Showing posts with label berita minahasa tenggara. Show all posts
Showing posts with label berita minahasa tenggara. Show all posts

Monday, February 27, 2017

Pemkab Mitra Ajukan Tambahan 500 Unit RTLH Pada APBN-P





Kadis PRKP Mitra – Ir Dennij Porajow






Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra) melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Dis PRKP) mengajukan sebanyak 500 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk dibedah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017.
Dijelaskan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Ir Dennij Porajow, usulan penambahan 500 unit RTLH ini diupayakan dapat terakomodir melalui APBN-P Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).
“Proposalnya sudah kita sampaikan ke Kementerian PUPR, diupayakan bantuan program bedah rumah ini terakomodir dan bisa dinikmati masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni,” kata Dennij kepada Berita Manado baru-baru ini.
Ditambahkan Dennij, untuk tahap awal ini Pemkab Mitra memperoleh anggaran senilai Rp4,6 miliar untuk perbaikan 312 rumah tidak layak huni di tiga kecamatan yakni Kecamatan Ratahan, Belang dan Ratatotok.
“Anggaran miliaran rupiah untuk pembangunan rumah tidak layak huni tersebut merupakan hasil perjuangan Bupati James Sumendap di Kemen PUPR. Dimana pak Bupati terus berkomitmen untuk memajukan dan mensejahterakan seluruh masyarakat Minahasa Tenggara,” kata Dennij. (rulan sandag)




Sumber:http://beritamanado.com/pemkab-mitra-ajukan-tambahan-rtlh/ 

Wednesday, February 22, 2017

Polri Buka Rekrutmen 10.500 Anggota









MANADO—Kabar gembira bagi putra-putri Sulut yang bercita-cita mengabdikan diri sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Korps Bhayangkara itu membua rekrutmen anggota sebanyak 10.500. Untuk akademi kepolisian akan menerima 300 orang. Untuk Tamtama 200 orang. Sementara Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) akan menerima 75 orang. Tapi 10.500 ini adalah kuota se-Indonesia.
Untuk Polda Sulut sendiri, belum diketahui pasti berapa kuot rekrutmen. Namun persiapan rekrutan sudah dimulai, Selasa (21/2) kemarin.  Panitia daerah sudah diambil sumpah yang diikuti Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Hotman Simatupang, selaku pengawas rekrutmen, Karo SDM Kombes Pol Ruslan Aspan, Kabid Dokkes Kombes Pol dr Tri Yuwono Putra, Kabid Propam Kombes Pol Soni Priyohandoko, serta seluruh anggota panitia seleksi yang lain.
“Iya betul (kemarin) sudah dilantik panitia rekrutmennya. Penerimaan ini digelar di Polda yang ada di seluruh Indonesia,” kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo, Selasa (21/2) kemarin.
Menurutnya, kegiatan itu merupakan bentuk awal dalam pelaksanaan proses penerimaan anggota Polri di tahun 2017. “Kegiatan ini dalam rangka menyamakan persepsi kita dalam proses penerimaan Polri. Mulai dari pendaftaran, pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan, psikologi, akademik, jasmani dan pengecekan mental kepribadian,” jelasnya.
Ia pun mengajak putra-putri terbaik di pulau paling utara Pulau Sulawesi ini untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. “Penerimaan tentunya benar-benar selektif. Siapa yang layak, pasti berhak lolos untuk menjadi anggota Polri,” tandas mantan Wadirreskrimsus Polda Maluku Utara ini.
Terpisah, Asisten SDM Kapolri Irjen Arief Sulistyanto mengatakan, pengawasan rekrutmen akan diperketat.  “Ini perintah dari pimpinan Polri. Bahkan Bapak Presiden menginstruksikan bahwa dalam reformasi internal Polri, sumber utamanya adalah pembenahan SDM, dari hulu adalah proses rekrutmen," ujar Sulistyanto di Puldasis Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, kemarin.

Dalam penerimaan ini, kata dia, Polri menekankan prinsip 'BETAH'. ‘BETAH’ adalah akronim dari Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis.
Arief menekankan reformasi Polri dimulai dari rekrutmen. "Kalau rekrutmen ini bersih, betul-betul transparan, tidak ada permainan maka bisa dihasilkan sumber daya Polri yang hasilnya menjadi Polri yang berkualitas dan lebih baik lagi,” kata Arief.
Arief juga menjelaskan bagi anggota yang membantu dan menerima suap dari pihak yang diseleksi, akan dikenakan sanksi disiplin hingga pidana. “Apabila melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai, maka yang bersangkutan akan dicoret dalam proses rekrutmen ini. Sanksinya sanksi pidana. Kalau anggota Polri, akan dikenakan sanksi disiplin,” jelasnya.(gnr/can)



sumber :http://manadopostonline.com/read/2017/02/22/Polri-Buka-Rekrutmen-10500-Anggota

Tuesday, February 21, 2017

Proyek Rp7 Miliar Untuk 9 Kelurahan di Mitra Segera Ditender












Pembangunan sejumlah infrasturktur dasar untuk 9 kelurahan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) menargetkan, akhir Februari proyek infrastruktur kelurahan senilai Rp7 miliar sudah ditender.

“Target kami untuk pekerjaan dimulai pada akhir Maret mendatang,” ungkap Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Ir Dennij Porajow, akhir pekan kemarin.
Adapun pekerjaan yang nantinya diksanakan disetiap kelurahan menurut Dennij, pembangunan pila-pila jalan, drainase, plat deker, pembangunan jalan kawasan pemukiman serta infrastruktur dasar lainnya.

“Berdasarkan program yang diusulkan kelurahan, kita kemudian melihat apa-apa saja yang mendesak dan menjadi skala prioritas untuk dikerjakan,” jelasnya.
Lanjut ditambahkan Dennij, sejauh ini baru 6 kelurahan yang memasukan usulan. Karena itu diingatkan kelurahan yang belum memasukan usulan agar segera memasukannya. (rulansandag)



Sumber : http://beritamanado.com/proyek-untuk-kelurahan-segera-ditender/ 

Monday, February 20, 2017

Minsel Heboh !!! Nenek 82 Tahun Nikahi Pemuda 28 Tahun




Seorang Nenek berusia 82 tahun menikahi pemuda berusia 28 tahun pada Sabtu (18/2/2017).
Pernikahan ini terjadi di Desa Lelema Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan diberkati di GPDI Horeb Lelema oleh Gembala Port Ropa.



Kabar ini tentu saja menjadi bahasan warga setempat karena calon istrinya yang berusia jauh lebih tua dari dirinya.
Laki-laki yang bernama Sofian Loho itu baru berusia 28 tahun sedangkan kekasih pujaan hatinya, Martha Bate telah berusia 82 tahun.
“Kami pertama kali bertemu lewat nomor nyasar di handphone. Sebelum menikah kami telah berhubungan sekitar satu tahun. Saya yang saat itu bekerja bengkel di Kotamobagu, semenjak kenal sering bolak-balik ke Lelema. Baru pada bulan November, saya menetap di Lelema dan mengambil keputusan untuk menikah,” ujar Sofian Loho.
Martha Bate sendiri sebelumnya sudah pernah menikah, namun suaminya telah meninggal.
Dirinya memiliki 2 (dua) orang anak yang perempuan tinggal di Jerman dan telah menikah, sedangkan anak laki-laki bekerja di Arab.
Rencana pernikahan kedua sejoli ini tentu saja ditentang oleh keluarga, banyak yang tidak setuju.
Bahkan untuk pengurusan surat seakan berat ditandatangani oleh Hukum Tua. Saat dihubungi lewat nomor telepon 0812******** untuk dimintai keterangan, nomor Hukum Tua tersebut tidak aktif.
“Kedua paaangan tersebut baru menikah secara Gereja dan proses surat lainnya masih tertahan di Dinas Catatan Sipil Minsel. Untuk proses pernikahan itu sendiri Nenek Martha dilakukan pembaptisan terlebih dahulu karena dari GMIM, sedangkan mereka menikah di Gereja Pantekosta,” tambah seorang tetangga yang namanya tidak ingin dipublikasikan.(TamuraWatung)



Sumber : http://beritamanado.com/minsel-heboh-nenek-82-tahun-nikahi-pemuda-28-tahun

Tuesday, February 7, 2017

Rumah Warga di Mitra Dihantam Angin Kencang







Akibat hujan yang disertai angin kencang di Kabupaten Minahasa Tenggara menyebabkan beberapa rumah rusak berat, Senin (6/02/2017).
Saat dikonfirmasi kejadian tersebut kepada kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Verry Uway, menyatakan telah mengirim tim untuk mendata kerusakan apa yang terjadi.
"Memang ada beberapa rumah warga yang menjadi korban dari angin kencang tersebut. Dua rumah warga di Ratahan dan satunya lagi di Pasan. Syukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," papar Uway.
Tak hanya rumah warga saja, dari hasil catatan yang didapat pohon tumbang terjadi di beberapa titik. Untung tidak memakan korban. "Ada pohon tumbang dijalan raya. Kita langsung ambil tindakan untuk membersihkan, supaya tidak membuat macet dijalanan. Untung juga tidak terjadi korban jiwa," ujarnya.
Lanjutnya, bagi rumah warga yang rusak berat akibat angin kencang, pihaknya akan memberikan bantuan. "Karena ini disebabkan alam tanpa kita duga, jadi sudah menjadi tugas dan bagian kita untuk memberi bantuan," tuturnya.
Akan kejadian itu, dirinya kembali menghimbau bagi masyarakat Minahasa Tenggara, untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap keadaan alam seperti ini. "Karena cuaca kadang menjadi ekstri, jadi saya imbau semua warga tetap waspada," imbaunya


sumber: http://beritakawanua.com/berita/mitra/rumah-warga-di-mitra-dihantam-angin-kencang#sthash.kD7tdnIY.haj5H2nf.dpuf

Thursday, October 10, 2013

Pelayanan SPBU Ratahan Disorot


RATAHAN, (manadotoday.com) – Pelayanan SPBU di Ibukota Minahasa Tenggara (Mitra), Ratahan, tak henti-hentinya menuai sorotan dari masyarakat khususnya pengendara kendaraan bermotor. Pasalnya, pihak SPBU hanya mengutamakan pemilik gallon untuk diisi Bahan Bakar Minyak (BBM) daripada kendaraan bermotor.
“Pelayanan SPBU Ratahan sangat keterlaluan dan meresahkan pemilik kendaraan, masa petugas SPBU hanya mengutamakan gallon-gallon untuk diisi BBM daripada torang pemilik kendaraan plat kuning,” sembur Marten salah satu sopir jurusan Ratahan-Langowan.
Berdasarkan pantauan manadotoday.com, ada sekitar empat kendaraan terbuka yang dipenuhi dengan gallon antri untuk mengisi BBM jenis bensin.
“Lihat saja baru beberapa jam BBM masuk langsung habis dan permainan ini sudah lama terjadi tapi terkesan dibiarkan aparat kepolisian.Kami justru curiga oknum aparat ikut bermain di belakang,” sindir salah satu pengendara kendaraan. (don)


sumber : manadoroday.com

Sesalkan Rekomendasi Pansus, Vidy Ngantung Tegaskan Dewan Harus Berkaca


Ratahan – Ketua secara tegas menyesalkan pernyataan berupa rekomendasi yang disampaikan DPRD melalui Panitia Khusus () LHP BPK dalam rapat paripurna yang dilaksanakan, Selasa (8/10).
“Kami sangat menyayangkan akan pernyataan dewan dimana meminta bupati untuk mengganti empat kepala SKPD dan satu kepala unit, hanya karena masalah . Sebenarnya, dewan juga harus berkaca, apa dewan tidak ada Tuntutan Ganti Rugi (TGR)?” Sembur Ngantung.
Lanjut dia, kalaupun dewan tidak ada TGR, baginya tentu sangat pantas sebagai lembaga terhormat mengeluarkan pernyataan atau rekomendasi semacam itu untuk jabatan kelima pejabat tersebut kepada bupati. Tapi kalau ada temuan, Ngantung menyebutkan ini ibarat maling teriak maling.
“Kalo ingin Mitra keluar dari masalah disclaimer, DPRD harus memiliki kemauan hati seperti bupati dan wakil bupati dalam upaya perubahan dan pembaharuan melalui aksi nyata bukan sekedar bereaksi dengan cara merekomendasikan pergantian beberapa posisi kepala SKPD dan Unit,” tegas dia sembari meminta pihak eksekutif dan legislatif untuk secara bersama membenahi tata kelolah keuangan yang benar. (Rulan Sandag)


sumber : beritamanado.com

Friday, October 4, 2013

Dua Hari Pansus Tindaklanjuti LHP BPK


– Dua hari berturut-turut tepatnya Rabu dan Kamis (2-3/9) pihak DPRD () melalui Panitia Khusus () Laporan Hasil Pemeriksaan () RI, menggelar pertemuan secara tertutup dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mitra.
Pertemuan ini sendiri dari pantau BeritaManado.com selama dua hari ini berlangsung alot. Meski tidak mengetahui persis pembahasan apa yang dilakukan, namun sekilas terlihat baik eksekutif dan legislatif nampaknya tidak main-main untuk menyelesaikan catatan sebagaimana LHP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah () tahun 2012.
“Ini sebatas rapat dengar pendapat Pansus dengan Pemkab Mitra melalui instansi teknis terkait guna mengunpulkan data dan mencari solusi dalam rangka kita (Pansus, red) menindaklnajuti LHP BPK tahun 2012,” jelas Ketua Pansus LHP, Meldy Untu, Kamis (3/10).
Terkiat sejumlah catatan atas temuan BPK yang harus secepatnya ditindaklanjuti, Untu mengatakan dalam pertemuan yang digelar selama dua hari ini, sudah ada yang bagus. Artinya catatan demi catatan yang harus ditindaklanjuti sudah mulai menunjukan perubahan.
Pansus LHP BPK ini akan bekerja secara maraton. Dimana mereka diberikan waktu selama dua minggu untuk menuntaskan persoalan tersebut, “kita berupaya tahun depan Mitra sudah bisa meraih WDP,” kata Untu optimis.
Hadir pada rapat dengar pendapat ini, wakil ketua Pansus Tavif Watuseke, sekretaris Adri Mokad dan anggota masing-masing1 Corry Kawulusan, Ventje Ohy, Suriani Tora, Felmy Pelleng, Nofry Tangkuman, Dirk Tolu, Nolly Langingi, Lanny Punusingon dan Kisman Hala. Sedangkan dari Pemkab Sekda Ir Adrianus Tinungki, Asisten III Ir Elly Sangian, Inspektorat, Bappeda, Dinas PPKAD, Dinas PU dan SDA, ULP, Dikpora, Dinkes dan Dinas Pertanian. (Rulan Sandag)


sumber : beritamanado.com