Showing posts with label MITRA. Show all posts
Showing posts with label MITRA. Show all posts
Thursday, March 16, 2017
Friday, October 4, 2013
Dua Hari Pansus Tindaklanjuti LHP BPK
Ratahan – Dua hari berturut-turut tepatnya Rabu dan Kamis (2-3/9) pihak DPRD Minahasa Tenggara (Mitra) melalui Panitia Khusus (Pansus) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI, menggelar pertemuan secara tertutup dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mitra.
Pertemuan ini sendiri dari pantau BeritaManado.com selama dua hari ini berlangsung alot. Meski tidak mengetahui persis pembahasan apa yang dilakukan, namun sekilas terlihat baik eksekutif dan legislatif nampaknya tidak main-main untuk menyelesaikan catatan BPK RI sebagaimana LHP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2012.
“Ini sebatas rapat dengar pendapat Pansus dengan Pemkab Mitra melalui instansi teknis terkait guna mengunpulkan data dan mencari solusi dalam rangka kita (Pansus, red) menindaklnajuti LHP BPK tahun 2012,” jelas Ketua Pansus LHP, Meldy Untu, Kamis (3/10).
Terkiat sejumlah catatan atas temuan BPK yang harus secepatnya ditindaklanjuti, Untu mengatakan dalam pertemuan yang digelar selama dua hari ini, sudah ada yang bagus. Artinya catatan demi catatan yang harus ditindaklanjuti sudah mulai menunjukan perubahan.
Pansus LHP BPK ini akan bekerja secara maraton. Dimana mereka diberikan waktu selama dua minggu untuk menuntaskan persoalan tersebut, “kita berupaya tahun depan Mitra sudah bisa meraih WDP,” kata Untu optimis.
Hadir pada rapat dengar pendapat ini, wakil ketua Pansus Tavif Watuseke, sekretaris Adri Mokad dan anggota masing-masing1 Corry Kawulusan, Ventje Ohy, Suriani Tora, Felmy Pelleng, Nofry Tangkuman, Dirk Tolu, Nolly Langingi, Lanny Punusingon dan Kisman Hala. Sedangkan dari Pemkab Sekda Ir Adrianus Tinungki, Asisten III Ir Elly Sangian, Inspektorat, Bappeda, Dinas PPKAD, Dinas PU dan SDA, ULP, Dikpora, Dinkes dan Dinas Pertanian. (Rulan Sandag)
sumber : beritamanado.com
Pertemuan ini sendiri dari pantau BeritaManado.com selama dua hari ini berlangsung alot. Meski tidak mengetahui persis pembahasan apa yang dilakukan, namun sekilas terlihat baik eksekutif dan legislatif nampaknya tidak main-main untuk menyelesaikan catatan BPK RI sebagaimana LHP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2012.
“Ini sebatas rapat dengar pendapat Pansus dengan Pemkab Mitra melalui instansi teknis terkait guna mengunpulkan data dan mencari solusi dalam rangka kita (Pansus, red) menindaklnajuti LHP BPK tahun 2012,” jelas Ketua Pansus LHP, Meldy Untu, Kamis (3/10).
Terkiat sejumlah catatan atas temuan BPK yang harus secepatnya ditindaklanjuti, Untu mengatakan dalam pertemuan yang digelar selama dua hari ini, sudah ada yang bagus. Artinya catatan demi catatan yang harus ditindaklanjuti sudah mulai menunjukan perubahan.
Pansus LHP BPK ini akan bekerja secara maraton. Dimana mereka diberikan waktu selama dua minggu untuk menuntaskan persoalan tersebut, “kita berupaya tahun depan Mitra sudah bisa meraih WDP,” kata Untu optimis.
Hadir pada rapat dengar pendapat ini, wakil ketua Pansus Tavif Watuseke, sekretaris Adri Mokad dan anggota masing-masing1 Corry Kawulusan, Ventje Ohy, Suriani Tora, Felmy Pelleng, Nofry Tangkuman, Dirk Tolu, Nolly Langingi, Lanny Punusingon dan Kisman Hala. Sedangkan dari Pemkab Sekda Ir Adrianus Tinungki, Asisten III Ir Elly Sangian, Inspektorat, Bappeda, Dinas PPKAD, Dinas PU dan SDA, ULP, Dikpora, Dinkes dan Dinas Pertanian. (Rulan Sandag)
sumber : beritamanado.com
Thursday, October 3, 2013
Togel Marak di Mitra, Aparat Hukum Terkesan Cuek
Judi Togel kian marak di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).
Berdasarkan pantauan manadotoday.com, meski dilarang keras sejumlah
warga terlibat judi togel malahan ada yang secara terang-terangan
mengaku setiap hari pasang nomor.
“Setiap hari kita pasang nomor, memang sampai sekarang belum kena
tapi kita pasang terus,” beber salah satu warga Ratahan saat
berbincang-bincang dengan wartawan.Vidy Ngantung aktivis pemuda Mitra, sangat menyesalkan sikap dari aparat hukum yang terkesan membiarkan judi togel marak di Mitra.
“Sebagai masyarakat Mitra tentunya kami sangat menyesalkan kalau judi togel marak di Mitra dan ini membuat para pemasang nomor togel menjadi malas dan hanya mencari keberuntungan saja. Saya juga sangat menyesalkan sikap dari aparat kepolisian yang terkesan membiarkan judi togel ini,”ujar Ngantung.
Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap SH, mengakui judi togel marak di Mitra dan mendorong pada aparat kepolisian untuk memberantas judi tersebut.
“Memang berdasarkan laporan dari Kapolres Minsel, khusus di Mitra judi togel lagi marak dan sudah beberapa kasus yang sementara ditangani dan saya sebagai Bupati sangat mendorong pada aparat kepolisian untuk memberantas judi togel, karena ini membuat rakyat jadi malas dan proses pemiskinan sementara berlangsung dan praktek judi ini bisa juga memicu kriminalitas,” tandas Sumendap. (don)
sumber : manadotoday.com
Implementasikan Sistem Reward dan Punishmen, Kandoli: Patuhi PP 53 Tahun 2010
Ratahan – Berkaitan dengan penerapan disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), wakil bupati Minahasa Tenggara (Mitra) Ronald Kandoli mengingatkan jajarannya untuk segera melakukan pembaharuan, pembenahan dan penyesuaian sebagaimana yang diatur dalam PP nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS.
Dikatakan Kandoli, penerapan pola dan perilaku aparatur yang disiplin, berintegritas serta menjunjung tinggi norma aturan yang beralaku akan sepenuhnya dijalankan pemerintah James Sumendap SH dan Ronald Kandoli (JS-RK) kepada seluruh PNS.
“Perlu saya tegaskan dimasa kepemimpinan JS-RK, kami akan berupaya menerapkan pola dan prilaku aparatur yang disiplin sebagaimana yang diatur pada PP nomor 53 tahun 2010. Dan untuk memberikan afek jerah bagi mereka (PNS, red) maka mulai saat ini sistem reward dan punishmen akan kita implementasikan secara tepat dan cermat,” papar Kandoli.
Disilain sendiri dirinya kembali mengingatkan para PNS yang bertugas di daerah ini untuk tinggal dan menetap di Mitra. “Tidak ada alasan, dalam rangka peningkatan kedesiplinan termasuk untuk peningkatan perekonomian di daerah ini, maka PNS harus tinggal di Mitra,” tegasnya (Rulan Sandag)
Dikatakan Kandoli, penerapan pola dan perilaku aparatur yang disiplin, berintegritas serta menjunjung tinggi norma aturan yang beralaku akan sepenuhnya dijalankan pemerintah James Sumendap SH dan Ronald Kandoli (JS-RK) kepada seluruh PNS.
“Perlu saya tegaskan dimasa kepemimpinan JS-RK, kami akan berupaya menerapkan pola dan prilaku aparatur yang disiplin sebagaimana yang diatur pada PP nomor 53 tahun 2010. Dan untuk memberikan afek jerah bagi mereka (PNS, red) maka mulai saat ini sistem reward dan punishmen akan kita implementasikan secara tepat dan cermat,” papar Kandoli.
Disilain sendiri dirinya kembali mengingatkan para PNS yang bertugas di daerah ini untuk tinggal dan menetap di Mitra. “Tidak ada alasan, dalam rangka peningkatan kedesiplinan termasuk untuk peningkatan perekonomian di daerah ini, maka PNS harus tinggal di Mitra,” tegasnya (Rulan Sandag)
sumber : beritamanado.com
Proyek Bantuan Bibit Babi untuk Koptan di Mitra Dipertanyakan
Proyek pembagian bibit babi pada setiap kelompok tani (koptan) di
Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dengan anggaran Rp. 4 Miliar pada
APBD 2013, diduga telah terjadi penyimpangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun manadotoday.com, ada beberapa
kelompok tani yang mengeluhkan kualitas bibit karena ada yang hanya
beberapa hari sudah mati, selain itu ada kelompok yang hanya mendapatkan
lima ekor bibit babi yang semestinya setiap kelompok 15 ekor.
“Pembagian bibit babi oleh Dinas Pertanian dan peternakan waktu lalu sarat masalah, karena kualitas bibit ada yang belum genap satu bulan akibatnya banyak yang mati, tapi kami hanya ditugaskan untuk menyalurkan,” beber salah satu penyalur pada setiap kelompok sambil minta identitasnya disembunyikan.
Hal senada juga diungkapkan salah satu anggota Kelompok tani yang mengaku hanya menerima 10 ekor.
“Kelompok kami hanya mendapatkan 10 ekor, padahal kelompok lain ada 15 ekor,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Dr. Zetly Tamod ketika dikonfirmasi mengaku tidak mengetaui persis proyek tersebut karena waktu itu dirinya belum menjabat sebagai Kadis.
“Saya belum tahu persis karena waktu itu saya belum kadis Pertanian tapi yang saya tahu total anggarannya 4 Miliar tapi bukan hanya Bibit babi tapi kambing dan sapi dan laporan yang saya terima semua sudah disalurkan tidak ada masalah,”tandas Tamod.
“Pembagian bibit babi oleh Dinas Pertanian dan peternakan waktu lalu sarat masalah, karena kualitas bibit ada yang belum genap satu bulan akibatnya banyak yang mati, tapi kami hanya ditugaskan untuk menyalurkan,” beber salah satu penyalur pada setiap kelompok sambil minta identitasnya disembunyikan.
Hal senada juga diungkapkan salah satu anggota Kelompok tani yang mengaku hanya menerima 10 ekor.
“Kelompok kami hanya mendapatkan 10 ekor, padahal kelompok lain ada 15 ekor,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Dr. Zetly Tamod ketika dikonfirmasi mengaku tidak mengetaui persis proyek tersebut karena waktu itu dirinya belum menjabat sebagai Kadis.
“Saya belum tahu persis karena waktu itu saya belum kadis Pertanian tapi yang saya tahu total anggarannya 4 Miliar tapi bukan hanya Bibit babi tapi kambing dan sapi dan laporan yang saya terima semua sudah disalurkan tidak ada masalah,”tandas Tamod.
sumber: manadotoday.com
Monday, September 30, 2013
Kandoli Tegaskan Segera Tindaklanjuti Catatan BPK
Ratahan – Berkiatan dengan tugas dan fungsi sebagai wakil bupati, Ronald Kandoli mengaku sudah mempersiapkan beberapa agenda yang nantinya menjadi prioritas untuk disikapi bersama dengan jajarannya.
Diantaranya terkait Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2012. Dimana sesuai LHP BPK yang telah diterima ekesekutif dan legislatif, ada begitu banyak catatan yang harus segera ditindaklanjuti sebelum pelaksanaan pemeriksaan BPK atas LKPD tahun 2013.
“Perlu saya tegaskan, berbagai catatan atas temuan BPK sebagaimana yang tertuang dalam LHP tersebut harus kita selesaikan sebelum pelaksanaan pemeriksaan BPK atas LKPD tahun 2013. Dan kedepan, kita berupayah Mitraa bisa keluar dari opini yang kurang baik dalam hal pengelolaan keuangan, administrasi dan aset,” tegas Kandoli.
Lanjut, wabup meminta kepada pimpinan SKPD terutama instansi teknis yang menangani pengelolaan aset daerah untuk segera menyampaikan sekaligus melaporkan berkaitan dengan aset daerah.
“Kedepan pengelolaan aset termasuk keuangan harus lebih baik, dilakukan dengan profesional dan tercatat secara baik. Ini penting karena pemerintah berkomitmen tahun 2014 Mitra sudah keluar dari masa sulit tersebut,” pintahnya. (Rulan Sandag)
Diantaranya terkait Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2012. Dimana sesuai LHP BPK yang telah diterima ekesekutif dan legislatif, ada begitu banyak catatan yang harus segera ditindaklanjuti sebelum pelaksanaan pemeriksaan BPK atas LKPD tahun 2013.
“Perlu saya tegaskan, berbagai catatan atas temuan BPK sebagaimana yang tertuang dalam LHP tersebut harus kita selesaikan sebelum pelaksanaan pemeriksaan BPK atas LKPD tahun 2013. Dan kedepan, kita berupayah Mitraa bisa keluar dari opini yang kurang baik dalam hal pengelolaan keuangan, administrasi dan aset,” tegas Kandoli.
Lanjut, wabup meminta kepada pimpinan SKPD terutama instansi teknis yang menangani pengelolaan aset daerah untuk segera menyampaikan sekaligus melaporkan berkaitan dengan aset daerah.
“Kedepan pengelolaan aset termasuk keuangan harus lebih baik, dilakukan dengan profesional dan tercatat secara baik. Ini penting karena pemerintah berkomitmen tahun 2014 Mitra sudah keluar dari masa sulit tersebut,” pintahnya. (Rulan Sandag)
sumber : berita manado.com
Saturday, September 28, 2013
Pasca Sumendap Pimpin Mitra, Banyak Pejabat Nonjob Rajin Ngantor
Pemandangan lain terlihat ketika James Sumendap dilantik sebagai
Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) menggantikan Bupati lama Telly
Tjanggulung (T2). Banyak pejabat yang dinonjobkan T2, terlihat mulai
rajin masuk kantor.
Berdasarkan pantauan manadotoday.com, para mantan pejabat
tersebut intens melakukan pendekatan pada orang-orang dekat Sumendap,
termasuk rajin stor muka pada Bupati dan Wakil Bupati.“Para mantan pejabat ini, ketika T2 masih sebagai Bupati Mitra jarang terlihat di kantor. Namun, sejak Pak Sumendap dilantik sebagai Bupati, mereka muncul semua dan selalu ikut dibelakang Bupati,” ujar salah satu staf PNS di Sekretariat Pemkab Mitra.
Menurut sumber tersebut lagi, para pejabat tersebut diantaranya Godlib Mamahit mantan Kadishub, Robby Ngongoloy mantan Kepala BKD, Max Tangian mantan Kadis Pasar.
Pilhut 17 Desa di Mitra Tunggu Koordinasi dengan Bupati Baru
Sekretaris Badan Sekretaris Badan pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Mitra Novry Rako mengatakan, jadwal Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) masih akan dikoordinasikan ke Bupati yang baru.
“Jadwalnya masih akan dilaporkan selanjutnya dikoordinasikan dengan bupati yang baru,”tandas Rako.
Ketika disinggung masih berapa desa yang belum melakukan Pilhut, Rako menjelaskan ada sekitar 17 desa dari 135 desa yang ada di Mitra.”Memang rata-rata sudah ada panitia pemilihan yang terbentuk dan ini bisa dipacu sampai awal tahun depan,”ujar Rako.
Ketika ditanya apakah pelaksanaan Pilhut tidak mengganggu tahapan Pilcaleg yang sementara bergulir, Rako menegaskan tidak akan mengganggu asalkan sebelum tiga bulan pelaksanaan pemilu yaitu 9 april 2014.
sumber : manado today
Friday, September 27, 2013
Turun Lapangan Awali Tugas Perdana JS-RK ,Merakyat, Bupati Mitra Naik Bentor
Ratahan – Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap dan wakil bupati Ronald Kandoli (JS-RK) langsung melakukan monitoring lapangan di hari pertama kerja. Usai apel perdana dengan jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup Pemkab Mitra, Rabu (25/9), JS-RK langsung bergegas mengunjungi sejumlah fasilitas pemerintah yang belum difungsikan.
Tepat di pos cek poit Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo) yang berlokasi di pertigaan Ratahan, Pangu dan Wioi, keduanya langsung turun ke jalan dan memerintahkan pos ritribusi tersebut untuk segera dibongkar. “Hari ini juga segera dibongkar, karena mulai sekarang tidak ada lagi pos penarikan seperti ini di Mitra,” tegas Sumendap.
Tak menunggu lama bupati dan rombongan selanjutnya menuju kantor kecamatan Ratahan. Disini bupati sempat terkejut melihat fasilitas yang berdiri megah namun tidak difungsikan. Ia pun menginstruksikan untuk secepatnya dilakukan pembenahan termasuk pelebaran akses jalan sehingga daerah sekitar kantor kecamatan itu akan berkembang menjadi wilayah pemukiman. Demikian saat mengunjungi pasar komoditi unggulan yang terletak di jalan Ratahan-Pangu yang juga belum difungsikan.
“Kalo jadi bupati harus lihat kondisi lapangan, bukan langsung duduk di kantor. Kedepan semua akan lebih kita arahkan kepada pelayanan kemasyarakatan, makanya semua fasilitas harus difungsikan,” ujar Sumendap disela-sela kunjungan lapangan.
Menarik, dalam perjalanan menunju rumah dinas bupati, DB 1 J tiba tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Disini bupati melihat ada tumpukan material batu yang sudah memakan pinggiran badan jalan. “Jangan ada lagi material di pinggiran jalan, ini sangat membahayakan pengendara,” tukasnya sembari memerintahkan lurah setempat untuk segera memindahkan material tersebut.
Sedangkan saat berada di rumah dinas, bupati memeriksa setiap ruangan sekaligus meminta Kadis PU untuk melakukan renofasi.
Tepat di pos cek poit Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo) yang berlokasi di pertigaan Ratahan, Pangu dan Wioi, keduanya langsung turun ke jalan dan memerintahkan pos ritribusi tersebut untuk segera dibongkar. “Hari ini juga segera dibongkar, karena mulai sekarang tidak ada lagi pos penarikan seperti ini di Mitra,” tegas Sumendap.
Tak menunggu lama bupati dan rombongan selanjutnya menuju kantor kecamatan Ratahan. Disini bupati sempat terkejut melihat fasilitas yang berdiri megah namun tidak difungsikan. Ia pun menginstruksikan untuk secepatnya dilakukan pembenahan termasuk pelebaran akses jalan sehingga daerah sekitar kantor kecamatan itu akan berkembang menjadi wilayah pemukiman. Demikian saat mengunjungi pasar komoditi unggulan yang terletak di jalan Ratahan-Pangu yang juga belum difungsikan.
“Kalo jadi bupati harus lihat kondisi lapangan, bukan langsung duduk di kantor. Kedepan semua akan lebih kita arahkan kepada pelayanan kemasyarakatan, makanya semua fasilitas harus difungsikan,” ujar Sumendap disela-sela kunjungan lapangan.
Menarik, dalam perjalanan menunju rumah dinas bupati, DB 1 J tiba tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Disini bupati melihat ada tumpukan material batu yang sudah memakan pinggiran badan jalan. “Jangan ada lagi material di pinggiran jalan, ini sangat membahayakan pengendara,” tukasnya sembari memerintahkan lurah setempat untuk segera memindahkan material tersebut.
Sedangkan saat berada di rumah dinas, bupati memeriksa setiap ruangan sekaligus meminta Kadis PU untuk melakukan renofasi.
Disiplin, tegas dan merakyat seperti itulah sosok bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH dalam menjalankan tugas pemerintahan di daerah yang dipimpinnya ini.
Lihat saja, Jumat (27/9) saat mengunjungi SD Negeri 1 Ratahan yang
berlokasi di Kelurahan Wawali, JS sapaan akrab bupati Mitra ini dengan
santainya menumpangi kendaraan bentor.
Di sini bupati menyempatkan waktu berinteraksi dengan para siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Bupati juga memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa kemudian memberikan buku tulis untuk kebutuhan seluruh murid di sekolah tersebut.
“Ini adalah bentuk komitmen saya untuk pendidikan di daerah ini,” kata bupati. (Rulan Sandag)
Di sini bupati menyempatkan waktu berinteraksi dengan para siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Bupati juga memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa kemudian memberikan buku tulis untuk kebutuhan seluruh murid di sekolah tersebut.
“Ini adalah bentuk komitmen saya untuk pendidikan di daerah ini,” kata bupati. (Rulan Sandag)
sumber : berita manado.com
Wednesday, September 25, 2013
SHS Ingatkan Jaga Keharmonisan
Seusai mengikuti seluruh prosesi pelantikan yang dipimpin Gubernur
Sulawesi Utara DR Sinyo Harry Sarundajang, Bupati dan Wakil Bupati
Minahasa Tenggara (Mitra) yang baru, James Sumendap (JS) dan Ronald
Kandoli (RK) diarak ribuan warga hingga ke rumah JS di Desa Tombatu.
Ribuan warga dari berbagai penjuru Mitra dengan latarbelakang profesi
dan pekerjaan yang menyemut di halaman kantor Bupati Mitra, terlihat
antusias memberi ucapan selamat kepada pemimpin baru mereka. Tak mau
ketinggalan, ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintah
Kabupaten Mitra ikut menyalami JS-RK.Selesai bersalaman dengan warga, JS-RK naik ke atas mobil bak terbuka yang telah disiapkan. Keduanya pun diarak menuju Tombatu dengan pengawalan kendaraan patwal serta iring-iringan ratusan kendaraan roda empat. Sambil melambaikan tangan, duet pemimpin baru Mitra menyapa setiap warga yang berdiri di pinggir jalan. Warga pun spontan memberikan ucapan selamat kepada JS-RK. "Hidup JS-RK, Ini dia pemimpin perubahan." Demikian sapaan yang terdengar.
Wujud ungkapan syukur atas pelantikan, JS-RK menggelar acara Pesta Rakyat di kediaman pribadi Bupati James Sumendap di Tombatu. Warga Mitra antusias mengikuti acara syukuran dan pesta rakyat itu, apalagi setelah mendapat informasi bahwa acara itu dimeriahkan Sean Idol.
Beberapa warga yang diwawancarai Tribun Manado mengharapkan James Sumendap dan Ronald Kandoli dapat mewujudkan janji kampanye mereka. "Sebagai rakyat kecil, tentu kami sandarkan kepercayaan kepada pemerintah agar dapat memperhatikan nasib kami." ujar Nico, warga Ratahan.
Senada diungkapkan Roger, warga Tombau. Menurut dia, harapan besar dari masyarakat kini ditujukan pada pasangan JS-RK yang memimpin Mitra untuk lima tahun ke depan. "Harapan yang tertuang dalam visi dan misi JS-RK, kiranya dapat direalisasikan dan kami yakni JS-RK bisa mewujudkan," tegasnya.
Sebelum menuju ke tempat acara pelantikan kemarin Ronald Kandoli bersama istri yang tinggal di Kelurahan Lowu, Ratahan, terlebih dahulu menuju kediaman JS di Tombatu. Di kediaman JS mereka doa bersama lalu bergerak ke kantor KPU Mitra. Di tempat ini lagi-lagi pasangan JS-RK didoakan pemimpin lintas agama.
Jaga Keharmonisan
Gubernur Sulawesi Utara, Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dalam sambutannya saat melantik James Sumendap dan Ronald Kandoli menegaskan bahwa semenjak dilantik, Bupati dan Wakil Bupati sudah menjadi milik seluruh rakyat Mitra.
"Perlu dicamkan, bahwa setelah resmi dilantik pada hari ini, kalian berdua bukan lagi milik sekelompok orang saja," tegas gubernur.
Sarundajang mengingatkan hal itu terkait besarnya potensi sumber daya alam di daerah tersebut. "Saya tekankan ini agar tidak terjadi semacam diskriminasi dari kelompok tertentu terhadap kelompok lain. Demikian pula sumber daya alam harus dikelola secara baik agar dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Mitra," tandasnya.
Gubernur SHS juga mengingatkan JS-RK untuk menjaga keharmonisan hingga akhir masa jabatan. "Kebersamaan dan kerukunan antara bupati dan wakil bupati harus terus terbina hingga berakhirnya masa jabatan. Konflik antara kepala daerah dan wakil kepala daerah disadari ikut mengganggu proses pembangunan," katanya.
Menurut Sarundajang, kunci keharmonisan itu terletak pada konsistensi melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagaimana telah diatur dalam undang-undang. "Saling pengeritan itu penting, terutama terkait tupoksi masing-masing agar tidak terjadi konflik," demikian Sarundajang. (tos)
Sumber : tribunnews.com
Tuesday, September 24, 2013
Sound System Ngadat, Pelantikan JS-RK Sempat Terganggu
Untuk beberapa saat, rapat paripurna pelantikan James Sumendap-Ronald Kandoli (JS-RK) sebagai bupati dan wakil bupati Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Selasa (24/9) pagi ini, terhenti sejenak.
Penyebabnya sound system di ruangan rapat DPRD Mitra ngadat. Hal itu terjadi usai doa buka. Mikrofon milik Ketua DPRD Tony Lasut
mendadak mati, kontan yang bersangkutan tak melanjutkan jalannya
sidang. Kendati sudah diperbaiki, namun gangguan pada mikrofon terus
terjadi menyebabkan jalannya paripurna tersendat.
Wakil Sekretaris DPC PDIP Mitra Semuel Montolalu, yang hadir dalam paripuna tersebut mengeluh. “Wah kelihatannya panitia tidak siap,” tandasnya.
Persiapan yang dilakukan untuk melakukan penataan ruangan paripurna memang kasip. Panitia baru melakukan persiapan tersebut Senin (23/9) atau H-1 pelantikan. (Ruland Sandag)
Wakil Sekretaris DPC PDIP Mitra Semuel Montolalu, yang hadir dalam paripuna tersebut mengeluh. “Wah kelihatannya panitia tidak siap,” tandasnya.
Persiapan yang dilakukan untuk melakukan penataan ruangan paripurna memang kasip. Panitia baru melakukan persiapan tersebut Senin (23/9) atau H-1 pelantikan. (Ruland Sandag)
sumber: beritamanado.com
Saturday, September 21, 2013
Sumendap-Kandoli Mulai Pimpin Rapat
Ratahan – Bupati dan wakil bupati terpilih James Sumendap SH dan Ronald Kandoli (JS-RK) mulai menunjukan cara kepemimpinan mereka kepada jajaran pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).
Meski belum secara resmi dilantik, namun Kamis sore (19/9) terpantau JS-RK didampingi Ketua DPRD Tonny Lasut AmTm, Sekda Ir Adrianus Tinungki, Sekwan Drs Stanley Pasulatan, Asisten III Ir Elly Sangian bersama para pejabat lainnya terlihat memeriksa beberapa ruangan di kantor bupati.
Saat berada di ruang rapat bupati, JS-RK berdasarkan informasi sempat memimpin rapat dengan para pejabat. Kemungkinan karena merasa tidak enak, pertemuan kemudian dilanjutkan di lantai 2 Resto Grand Garden sekitar pukul 19.00 hingga 21.00 WITA dengan agenda rapat yang terlihat dipimpin langsung JS-RK.
Usai pertemuan, Sumendap ketika disentil wartawan dimana sudah mulai memimpin rapat, ditanggapinya dengan dingin. “Saya bukan pimpin rapat, tapi diundang panitia untuk menyampaikan laporan kesiapan pelantikan atau jelasnya sebagai pendengar,” katanya sembari tersenyum. (Rulan Sandag)
sumber : beritamanado.com
Meski belum secara resmi dilantik, namun Kamis sore (19/9) terpantau JS-RK didampingi Ketua DPRD Tonny Lasut AmTm, Sekda Ir Adrianus Tinungki, Sekwan Drs Stanley Pasulatan, Asisten III Ir Elly Sangian bersama para pejabat lainnya terlihat memeriksa beberapa ruangan di kantor bupati.
Saat berada di ruang rapat bupati, JS-RK berdasarkan informasi sempat memimpin rapat dengan para pejabat. Kemungkinan karena merasa tidak enak, pertemuan kemudian dilanjutkan di lantai 2 Resto Grand Garden sekitar pukul 19.00 hingga 21.00 WITA dengan agenda rapat yang terlihat dipimpin langsung JS-RK.
Usai pertemuan, Sumendap ketika disentil wartawan dimana sudah mulai memimpin rapat, ditanggapinya dengan dingin. “Saya bukan pimpin rapat, tapi diundang panitia untuk menyampaikan laporan kesiapan pelantikan atau jelasnya sebagai pendengar,” katanya sembari tersenyum. (Rulan Sandag)
sumber : beritamanado.com
Aset Hibah PT Newmont Diduga Hilang
Proses Pemeriksaan Akhir Masa Jabatan (PAMJAB) 2013, Kepala Daerah
Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang dilakukan oleh pihak
Inspektorat Provinsi Sulut, mendapati ada sejumlah asset daerah yang
berasal dari hibah kabupaten induk, Minahasa Selatan, termasuk aset
hibah PT. Newmont Minahasa Raya diduga hilang.
Edwin Tambuwun, pejabat fungsional Inspektorat provinsi Sulut yang bertugas melakukan PAMJAB 2013 di Mitra, kepada sejumlah wartawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan mereka, didapati sejumlah aset baik bergerak maupun tidak bergerak sudah hilang atau raib. "Setelah melakukan pemeriksaan, kami mendapati sejumlah aset baik yang tidak bergerak maupun bergerak, telah hilang. Seperti halnya hibah tanah dan sejumlah kendaraan dari Minsel," kata Tambuwun di Ratahan, belum lama ini.
Dijelaskannya bahwa, aset yang diberikan pihak Newmont, yang sebelumnya ke daerah induk Kabupaten Minsel, kemudian dihibahkan lagi oleh Pemkab Minsel ke Kabupaten Mitra, itulah yang setelah diperiksa, tidak didapati lagi. "Memang dari pemeriksaan aset, inilah yang menonjol dan nantinya sudah pasti akan sangat berpengaruh pada LHP nanti. Dan sejauh ini maslah aset dari beberapa pemeriksaan di Mitra, menjadi persoalan yang harus diselesaikan," tegasnya.
Disamping itu juga, Tambuwun membeberkan sejumlah persoalan lain seperti halnya kepemilikan asset yang tidak jelas dan pemanfaatan asset yang tidak sesuai. "Pemkab harus proaktif mengatasi hal ini. Jika tidak, opini negatif akan terus diraih dan berdampak buruk bagi pemerintahan itu sendiri," pungkas Tambuwun.
Kepala Bidang Aset, Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Febri Lasut, kepada Tribun Manado Rabu (18/9) mengatakan, pada dasarnya pihaknya belum dikonfirmasi terkait masalah tersebut. "Namun jika dikatakan aset yang hilang itu adalah hibah dari Newmont, tentunya kurang tepat, karena hibah yang kami terima hanya dari Minsel. Secara langsung dari Newmont tidak ada," tegasnya.
Edwin Tambuwun, pejabat fungsional Inspektorat provinsi Sulut yang bertugas melakukan PAMJAB 2013 di Mitra, kepada sejumlah wartawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan mereka, didapati sejumlah aset baik bergerak maupun tidak bergerak sudah hilang atau raib. "Setelah melakukan pemeriksaan, kami mendapati sejumlah aset baik yang tidak bergerak maupun bergerak, telah hilang. Seperti halnya hibah tanah dan sejumlah kendaraan dari Minsel," kata Tambuwun di Ratahan, belum lama ini.
Dijelaskannya bahwa, aset yang diberikan pihak Newmont, yang sebelumnya ke daerah induk Kabupaten Minsel, kemudian dihibahkan lagi oleh Pemkab Minsel ke Kabupaten Mitra, itulah yang setelah diperiksa, tidak didapati lagi. "Memang dari pemeriksaan aset, inilah yang menonjol dan nantinya sudah pasti akan sangat berpengaruh pada LHP nanti. Dan sejauh ini maslah aset dari beberapa pemeriksaan di Mitra, menjadi persoalan yang harus diselesaikan," tegasnya.
Disamping itu juga, Tambuwun membeberkan sejumlah persoalan lain seperti halnya kepemilikan asset yang tidak jelas dan pemanfaatan asset yang tidak sesuai. "Pemkab harus proaktif mengatasi hal ini. Jika tidak, opini negatif akan terus diraih dan berdampak buruk bagi pemerintahan itu sendiri," pungkas Tambuwun.
Kepala Bidang Aset, Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Febri Lasut, kepada Tribun Manado Rabu (18/9) mengatakan, pada dasarnya pihaknya belum dikonfirmasi terkait masalah tersebut. "Namun jika dikatakan aset yang hilang itu adalah hibah dari Newmont, tentunya kurang tepat, karena hibah yang kami terima hanya dari Minsel. Secara langsung dari Newmont tidak ada," tegasnya.
sumber : tribunnews.com
BKDD Mitra Terima 300 Berkas Pelamar
Proses pendaftaran calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) 2013 di
lingkup pemerintah kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) mulai diserbu
para pencari kerja. Berdasarkan informasi dari Badan Kepegawaian dan
Diklat Daerah (BKDD) Mitra, hingga Selasa (17/9) berkas yang masuk lewat
pos, tercatat sudah 300 pelamar.
"Semenjadi dibuka pada 12 Semptember lalu, hingga saat ini pelamar yang sudah mengirim berkasnya lewat jasa kantor pos, sudah 300 orang. Satu diantaranya berasal dari luar Sulut, yakni dari Jakarta," ungkap Kepala Bidang Pengembangan Pegawai BKDD Mitra, Arthur Sumual kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya.
Saat ditanyakan kapan untuk test CPNS regular dilaksanakan, Sumual pun memastikan 3 November 2013 sudah dilakukan test. "Untuk soal tes, sesuai juknis nanti disediakan oleh pihak konsersium yang dibentuk pusat, yang terdiri dari 10 perguruan tinggi ternama di Indonesia," jelasnya.
Selanjutnya, setelah selesai dilakukan tes, hasil jawaban dari CPNS oleh tim Konsersium akan dilanjutkan ke BKN dan Menpan. "Itulah proses seleksi CPNS yang akan dihadapi oleh pelamar yang ingin menjadi abdi Negara, terkhusus mengandi di daerah ini," tukasnya.
"Semenjadi dibuka pada 12 Semptember lalu, hingga saat ini pelamar yang sudah mengirim berkasnya lewat jasa kantor pos, sudah 300 orang. Satu diantaranya berasal dari luar Sulut, yakni dari Jakarta," ungkap Kepala Bidang Pengembangan Pegawai BKDD Mitra, Arthur Sumual kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya.
Saat ditanyakan kapan untuk test CPNS regular dilaksanakan, Sumual pun memastikan 3 November 2013 sudah dilakukan test. "Untuk soal tes, sesuai juknis nanti disediakan oleh pihak konsersium yang dibentuk pusat, yang terdiri dari 10 perguruan tinggi ternama di Indonesia," jelasnya.
Selanjutnya, setelah selesai dilakukan tes, hasil jawaban dari CPNS oleh tim Konsersium akan dilanjutkan ke BKN dan Menpan. "Itulah proses seleksi CPNS yang akan dihadapi oleh pelamar yang ingin menjadi abdi Negara, terkhusus mengandi di daerah ini," tukasnya.
sumber. tribunnews.com
Tuesday, September 17, 2013
Minahasa Tenggara, Apa Jadi Hari Ini !
Ratahan – Mungkin banyak yang bertanya-tanya apa maksud dengan kata
‘apa jadi hari ini’. Nah, hari ini Selasa (17/9) akan menjadi sejarah
penting yang mungkin tak akan dilupakan oleh semua pihak di Kabupaten
Minahasa Tenggara (Mitra)
Dimana berdasarkan informasi yang diperoleh BeritaManado.com, pagi ini pihak eksekutif dan legislatif tengah menunggu kabar untuk jadwal penyerahan hasil audit terhadap pemeriksaan pengelolaan keuangan Kabupaten Mitra tahun 2012 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di Sulut.
“Lagi tunggu kabar/jadwal dari BPK tentang penyerahan hasil audit. Apa jadi hari ini,” singkat sumber terpercaya.
Diketahui, hingga kini pihak BPK belum menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terkait audit keuangan Mitra pada tahun 2012. Hasil ini sendiri akan menjadi berita penting bagi masyarakat, apalagi selama empat tahun berturut-turut daerah ini mendapatkan opini disclaimer dari BPK. Apakah hasil audit tahun 2012 Mitra akan meraih opini yang sama ataukah sebaliknya berhasil keluar dari masalah itu, kita tunggu saja hasilnya.
Dimana berdasarkan informasi yang diperoleh BeritaManado.com, pagi ini pihak eksekutif dan legislatif tengah menunggu kabar untuk jadwal penyerahan hasil audit terhadap pemeriksaan pengelolaan keuangan Kabupaten Mitra tahun 2012 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di Sulut.
“Lagi tunggu kabar/jadwal dari BPK tentang penyerahan hasil audit. Apa jadi hari ini,” singkat sumber terpercaya.
Diketahui, hingga kini pihak BPK belum menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terkait audit keuangan Mitra pada tahun 2012. Hasil ini sendiri akan menjadi berita penting bagi masyarakat, apalagi selama empat tahun berturut-turut daerah ini mendapatkan opini disclaimer dari BPK. Apakah hasil audit tahun 2012 Mitra akan meraih opini yang sama ataukah sebaliknya berhasil keluar dari masalah itu, kita tunggu saja hasilnya.
sumber : beritamanado.com
Saturday, September 14, 2013
Resmi Ditetapkan KPU, DPT Mitra 81.042
Ratahan – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Minahasa Tenggara akhirnya menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2014 dengan jumlah 81.042 pemilih.
Rapat pleno penetapan DPT Pemilu anggota DPR, DPD, DPRD Propinsi dan DPRD kabupaten/kota tahun 2014 dilaksanakan di ruang rapat kantor KPUD Mitra, perkantoran Blok B Kelurahan Wawali, Jumat (13/09).
“Untuk DPT Mitra secara resmi kita tetapkan yakni sebanyak 81.042, dari jumlah ini maka untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang nantinya disiapkan berjumlah 263,” jelas Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Peningkatan SDM dan Data Informasi, Helti F Massie SE.
Lanjut dikatakannya, jumlah DPT ini bisa saja berubah dikarenakan ada yang meninggal dunia maupun ketambahan oleh daftar pemilih khusus, yang nantinya akan dikeluarkan KPU Propinsi pada H-7 pemilihan.
“Untuk jumlah DPT ini juga telah diberikan kepada para pimpinan Parpol, Panwas serta PPK di masing-masing kecamatan untuk nantinya menjadi acuan pengadaan logistik,” tukasnya.
Sementara itu, sesuai data yang diperoleh dari 12 kecamatan yang ada di Mitra, Kecamatan Belang menjadi daerah dengan pemilik terbanyak yakni 11.838 pemilih dan 39 TPS.
sumber : beritamanado. com
Rapat pleno penetapan DPT Pemilu anggota DPR, DPD, DPRD Propinsi dan DPRD kabupaten/kota tahun 2014 dilaksanakan di ruang rapat kantor KPUD Mitra, perkantoran Blok B Kelurahan Wawali, Jumat (13/09).
“Untuk DPT Mitra secara resmi kita tetapkan yakni sebanyak 81.042, dari jumlah ini maka untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang nantinya disiapkan berjumlah 263,” jelas Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Peningkatan SDM dan Data Informasi, Helti F Massie SE.
Lanjut dikatakannya, jumlah DPT ini bisa saja berubah dikarenakan ada yang meninggal dunia maupun ketambahan oleh daftar pemilih khusus, yang nantinya akan dikeluarkan KPU Propinsi pada H-7 pemilihan.
“Untuk jumlah DPT ini juga telah diberikan kepada para pimpinan Parpol, Panwas serta PPK di masing-masing kecamatan untuk nantinya menjadi acuan pengadaan logistik,” tukasnya.
Sementara itu, sesuai data yang diperoleh dari 12 kecamatan yang ada di Mitra, Kecamatan Belang menjadi daerah dengan pemilik terbanyak yakni 11.838 pemilih dan 39 TPS.
sumber : beritamanado. com
James Sumendap Bakal Lakukan Fit and Proper Tes Pejabat
Bupati
terpilih James Sumendap (JS) tak mau gegabah dalam menentukan
orang-orang yang mendampinginya dalam tugasnya sehari-hari.
Karena
dalam merekrut orang, JS begitu teliti dan sangat berhati-hati. Bahkan
yang akan bertugas menjadi ajudan, sespri, pengawal pribadi (walpri),
sopir pribadi, protokoler, harus melalui tit and proper tes (FPT)
terlebih dulu.
“Setelah
melalui tahap rekrutmen personel secara acak, sekarang dalam tahap
simulasi,” ujar Direktur James Sumendap Center (JSC) Teddy Rugian dalam
siaran persnya kepada Tribun Manado, Kamis (12/9).
Dengan
adanya simulasi bertugas semenjak 1 September lalu, dapat dinilai siapa
saja yang profesional dan kreatif. Setelah tahap simulasi, tanggal 24
akan ditentukan siapa personel yang akan mendapatkan kepercayaan
mendampingi bupati. “Tapi belum tentu yang telah dipercayakan itu,
otomatis akan dipermanenkan, karena masih tahap uji coba juga,” jelas
Rugian.
Sehingga,
sewaktu-waktu, personel Ring Satu bisa diganti jika tak lagi memenuhi
standar penilaian. “Dengan adanya FPT plus ini, tentu menepis isu bahwa
ada oknum-oknum yang mengatasnamakan orang dekat JS sebagai baperjakat
swasta. Karena personel Ring Satu JS sudah disterilkan dari
prakter-prakter tidak terpuji,” tegasnya.
sumber : tribunnews.com
Wednesday, September 11, 2013
Pemerintahan JS-RK, PNS Gunakan Daftar Hadir Sidik Jari
Ratahan – Bupati terpilih Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH (JS) memastikan akan memberlakukan sistem absensi sidik jari bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup Pemkab Mitra.
“Untuk kedisiplinan para pegawai, maka dalam pemerintahan kami (JS-RK,
red) kedepan akan diberlakukan daftar hadir elektronik dengan
menggunakan sidik jari. Ini dilakukan guna menghindari adanya manipulasi
kehadiran,” tegas Sumendap baru-baru ini.Lanjutnya, hal ini penting dilakukan guna mengoptimalkan pelayanan dimasing-masing instansi. “Dengan system ini maka akan kelihatan pejabat termasuk para staf pegawai yang malas ngantor. Tentunya yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai kentuan yang ada,” katanya.
sumber : berita manado.com
Lokasi Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Mitra ‘Dikebut’
Ratahan – Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara
(Mitra) melalui Bagian Pembangunan terus memacu penyelesaian
pembangunan kantor bupati dua yang nantinya akan dipakai sebagai lokasi
pelatikan bupati dan wakil bupati Mitra terpilih periode 2013-2018 James Sumendap SH dan Ronald Kandoli (JS-RK).
“Saat ini sudah memasuki tahap finising untuk beberapa ruangan
termasuk bagian depan gedung. Untuk material dibagian luar gedung
sendiri sudah dibersihkan. Kita pastikan semua sudah rampung sebelum
hari H pelatikan,” kata Kabag Pembangunan Setdakab Mitra Budi Raranta,
Rabu (11/9).
Ia pun memastikan kondisi kantor bupati dua ini dalam keadaan steril dan siap pakai pada saat hari pelantikan yang sedianya akan dilaksanakan 24 September mendatang.
Ia pun memastikan kondisi kantor bupati dua ini dalam keadaan steril dan siap pakai pada saat hari pelantikan yang sedianya akan dilaksanakan 24 September mendatang.
sumber : berita manado.com
Wednesday, September 4, 2013
Bohongi DPRD, Komisi B Rekomendasi Pergantian Kadis PU dan PKK
Ratahan – Lembaga terhormat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) berencana untuk merekomendasikan pergantian Kepala Dinas PU dan PKK kepada bupati Telly Tjanggulung. Hal ini diungkapkan ketua DPRD Tonny Lasut AmTm dan Ventje Ohy selaku ketua komisi B, Selasa (2/9) kepada BeritaManado.com
“Saat ini rekomendasi sementara kita (komisi B, red) persiapkan, setelah itu diserahkan kepada bupati untuk kemudian diproses. Diganti atau tidak itu memang menjadi hak bupati, pastinya kita merekomendasikan pergantian untuk posisi kepala dinas dan PPK yang menangani proyek IKK,” ungkap Tonny dibenarkan Ventje.
Lantas apa alasan pihak DPRD melalui Komisi B merekomendasikan dilakukanya rolling ini? Dikatakan Lasut, hal ini dilakukan lantaran baik kadis PU dan PKK proyek IKK sebesar 12 miliar ini telah melakukan pembohongan besar kepada pihak DPRD.
“Saat hearing yang dilakukan baru-baru ini, mereka (PU, red) mengatakan proyek IKK untuk 12 kecamatan ini sudah mulai dikerjakan. Dimana pekerjaannya dimulai di kecamatan Ratatotok, namun setelah dicek ternyata belum ada pekerjaan. Inikan sama halnya Dinas PU mempermainkan pihak DPRD,” tegas Lasut.
Tambahnya lagi, usulan rolling untuk Kadis PU dan PPK, tak hanya akan dilakukan kepada bupati Telly Tjanggulung tetapi juga kepada bupati terpilih yang baru James Sumendap SH. “Bupati sekarang atau baru kita tetap rekomendasikan adanya pemberian sanksi atau rolling terhadap kedua pejabat itu,” tukasnya.
sumber : beritamanado.com
“Saat ini rekomendasi sementara kita (komisi B, red) persiapkan, setelah itu diserahkan kepada bupati untuk kemudian diproses. Diganti atau tidak itu memang menjadi hak bupati, pastinya kita merekomendasikan pergantian untuk posisi kepala dinas dan PPK yang menangani proyek IKK,” ungkap Tonny dibenarkan Ventje.
Lantas apa alasan pihak DPRD melalui Komisi B merekomendasikan dilakukanya rolling ini? Dikatakan Lasut, hal ini dilakukan lantaran baik kadis PU dan PKK proyek IKK sebesar 12 miliar ini telah melakukan pembohongan besar kepada pihak DPRD.
“Saat hearing yang dilakukan baru-baru ini, mereka (PU, red) mengatakan proyek IKK untuk 12 kecamatan ini sudah mulai dikerjakan. Dimana pekerjaannya dimulai di kecamatan Ratatotok, namun setelah dicek ternyata belum ada pekerjaan. Inikan sama halnya Dinas PU mempermainkan pihak DPRD,” tegas Lasut.
Tambahnya lagi, usulan rolling untuk Kadis PU dan PPK, tak hanya akan dilakukan kepada bupati Telly Tjanggulung tetapi juga kepada bupati terpilih yang baru James Sumendap SH. “Bupati sekarang atau baru kita tetap rekomendasikan adanya pemberian sanksi atau rolling terhadap kedua pejabat itu,” tukasnya.
sumber : beritamanado.com
Lupakan Perbedaan, Sumendap Ajak Masyarakat Membangun Bersama
Ratahan – Peran aktif warga masyarakat untuk kemajuan dan
keberhasilan daerah termasuk didalamnya pengentasan masalah sosial
kemasyarakatan, tentu sangat dibutuhkan pihak pemerintah.
Untuk itu, dikatakan bupati terpilih Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH (JS), seluruh komponen mulai dari tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM dan Ormas diharapkan akan turut ambil bagian membangun Minahasa Tenggara menjadi lebih baik demi kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
“Salah satunya dengan cara memberikan masukan, usulan dan saran kepada pemerintah. Sehingga yang kurang ditambah, yang rusak dibenahi dan yang belum ada kita siapkan. Nah, ini semua akan dapat dilakukan pemerintah tentu bedasarkan peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi,” kata Sumendap.
Disisi lain sendiri lanjut JS begitu biasa dia disapa, terkait dengan persoalan Pilkada 13 Juni lalu dirinya meminta masyarakat untuk melepas segala perbedaan, “mulai tangal 24 September semua statusnya sama tidak ada lagi perbedaan. Karena saat itu tiba, maka semua kita akan membangun Mitra secara bersama,” tukasnya.
Untuk itu, dikatakan bupati terpilih Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH (JS), seluruh komponen mulai dari tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM dan Ormas diharapkan akan turut ambil bagian membangun Minahasa Tenggara menjadi lebih baik demi kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
“Salah satunya dengan cara memberikan masukan, usulan dan saran kepada pemerintah. Sehingga yang kurang ditambah, yang rusak dibenahi dan yang belum ada kita siapkan. Nah, ini semua akan dapat dilakukan pemerintah tentu bedasarkan peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi,” kata Sumendap.
Disisi lain sendiri lanjut JS begitu biasa dia disapa, terkait dengan persoalan Pilkada 13 Juni lalu dirinya meminta masyarakat untuk melepas segala perbedaan, “mulai tangal 24 September semua statusnya sama tidak ada lagi perbedaan. Karena saat itu tiba, maka semua kita akan membangun Mitra secara bersama,” tukasnya.
sumber : beritamanado.com








