Showing posts with label Minahasa Tenggara. Show all posts
Showing posts with label Minahasa Tenggara. Show all posts
Thursday, March 16, 2017
Thursday, March 9, 2017
18 Tenaga kerja Asal Mitra Diduga Disiksa di Kalteng
![]() |
| James Sumendap Bupati Minahasa Tenggara |
RATAHAN, – Pemkab Minahasa Tenggara (Mitra) dalam hal ini Bupati Mitra James Sumendap SH, akan memgambil langkah hukum terkait kasus penyiksaan tenaga kerja yang dialami 18 warga Silian dan Tombatu, kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) selang 2 tahun terakhir ini.
Hal ini terungkap setelah bupati mendapat laporan dari keluarga korban yang menjadi tenaga kerja di PT Berkah Alam Fajar Mas yang bergerak dalam usaha perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah.
“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah Palang Pisang Kalimantan Tengah untuk menanyakan kondisi warga Mitra yang diduga mengalami perlakuan yang tidak semestinya,”ujar Sumendap.
Ditambahkannya, pemerintah Mitra menghubungi wakil Bupati Talang Pisang Taty Narang untuk mengetahui kejelasan laporan warga ini.
“Sesuai laporan 18 warga tersebut hanya memakan bubur setiap hari dan tidak diperbolehkan pulang ke kampungnya, “kata Sumendap.
Sementara itu, sesuai dengan hasil penyelidikan pihak bupati bahwa ternyata PT Berkah Alam Fajar Mas sudah ditutup pengoperasionalnya sejak 2 tahun silam dan sejak itu statusnya adalah perusahan ilegal.
“Bukan hanya itu, ke 18 warga Silian diduga disiksa di lokasi perkebunan tersebut,”tambah Bupati.
Bupati juga mengatakan 18 warga Silian dijanjikan akan memperoleh upah sebesar Rp5 juta namun sesampainya dilokasi hanya digaji Rp450 ribu saja perbulan.
”Jadi Pemkab Mitra dan DPRD juga akan membentuk tim untuk mempulangkan ke 18 warga mitra yang menjadi tenaga kerja di Palang Pisang, Kalimantan Tengah,”pungkas Sumendap.(ten)
Sumber:http://www.manadotoday.co.id/2017/03/34636/18-tenaga-kerja-asal-mitra-diduga-disiksa-di-kalteng/
Friday, March 3, 2017
Berbagai Isu Miring Tak Pengaruhi Elektabilitas JAMES SUMENDAP
![]() |
| James Sumendap |
Fitnah dan berbagai tudingan miring yang belakangan dialamatkan kepada James Sumendap SH jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, dinilai tak akan mempengaruhi elektabilitas orang nomor satu di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) tersebut.
Bahkan sejumlah kalangan yakin langkah Ketua DPC PDIP Mitra ini mulus saat bertarung pada periode kedua 2018-2023.
“Tidak menutup kemungkinan pak James Sumendap akan melawan kotak kosong di Pilkada,” kata Dekker Mamusung, personil DPRD Mitra dari PDI Perjuangan, Dapil III Belang-Ratatotok.
Menurut Dekker, isu tak sedap yang terus dimainkan lawan-lawan politik untuk menjatuhkan James Sumendap, sulit mempengaruhi masyarakat.
“Program pembangunan yang sudah dilakukan sangat jelas dan telah dinikmati seluruh masyarakat, dan apapun itu tidak akan berpengaruh,” tegas Dekker. (rulansandag)
Sumber : http://beritamanado.com/berbagai-isu-miring-tak-pengaruhi-elektabilitas-james-sumendap/
Monday, February 27, 2017
Pemkab Mitra Ajukan Tambahan 500 Unit RTLH Pada APBN-P
![]() |
| Kadis PRKP Mitra – Ir Dennij Porajow |
Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra) melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Dis PRKP) mengajukan sebanyak 500 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk dibedah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017.
Dijelaskan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Ir Dennij Porajow, usulan penambahan 500 unit RTLH ini diupayakan dapat terakomodir melalui APBN-P Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).
“Proposalnya sudah kita sampaikan ke Kementerian PUPR, diupayakan bantuan program bedah rumah ini terakomodir dan bisa dinikmati masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni,” kata Dennij kepada Berita Manado baru-baru ini.
Ditambahkan Dennij, untuk tahap awal ini Pemkab Mitra memperoleh anggaran senilai Rp4,6 miliar untuk perbaikan 312 rumah tidak layak huni di tiga kecamatan yakni Kecamatan Ratahan, Belang dan Ratatotok.
“Anggaran miliaran rupiah untuk pembangunan rumah tidak layak huni tersebut merupakan hasil perjuangan Bupati James Sumendap di Kemen PUPR. Dimana pak Bupati terus berkomitmen untuk memajukan dan mensejahterakan seluruh masyarakat Minahasa Tenggara,” kata Dennij. (rulan sandag)
Sumber:http://beritamanado.com/pemkab-mitra-ajukan-tambahan-rtlh/
Tuesday, February 21, 2017
Proyek Rp7 Miliar Untuk 9 Kelurahan di Mitra Segera Ditender
Pembangunan sejumlah infrasturktur dasar untuk 9 kelurahan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) menargetkan, akhir Februari proyek infrastruktur kelurahan senilai Rp7 miliar sudah ditender.
“Target kami untuk pekerjaan dimulai pada akhir Maret mendatang,” ungkap Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Ir Dennij Porajow, akhir pekan kemarin.
Adapun pekerjaan yang nantinya diksanakan disetiap kelurahan menurut Dennij, pembangunan pila-pila jalan, drainase, plat deker, pembangunan jalan kawasan pemukiman serta infrastruktur dasar lainnya.
“Berdasarkan program yang diusulkan kelurahan, kita kemudian melihat apa-apa saja yang mendesak dan menjadi skala prioritas untuk dikerjakan,” jelasnya.
Lanjut ditambahkan Dennij, sejauh ini baru 6 kelurahan yang memasukan usulan. Karena itu diingatkan kelurahan yang belum memasukan usulan agar segera memasukannya. (rulansandag)
Sumber : http://beritamanado.com/proyek-untuk-kelurahan-segera-ditender/
Monday, February 20, 2017
Minsel Heboh !!! Nenek 82 Tahun Nikahi Pemuda 28 Tahun
Seorang Nenek berusia 82 tahun menikahi pemuda berusia 28 tahun pada Sabtu (18/2/2017).
Pernikahan ini terjadi di Desa Lelema Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan diberkati di GPDI Horeb Lelema oleh Gembala Port Ropa.
Kabar ini tentu saja menjadi bahasan warga setempat karena calon istrinya yang berusia jauh lebih tua dari dirinya.
Laki-laki yang bernama Sofian Loho itu baru berusia 28 tahun sedangkan kekasih pujaan hatinya, Martha Bate telah berusia 82 tahun.
“Kami pertama kali bertemu lewat nomor nyasar di handphone. Sebelum menikah kami telah berhubungan sekitar satu tahun. Saya yang saat itu bekerja bengkel di Kotamobagu, semenjak kenal sering bolak-balik ke Lelema. Baru pada bulan November, saya menetap di Lelema dan mengambil keputusan untuk menikah,” ujar Sofian Loho.
Martha Bate sendiri sebelumnya sudah pernah menikah, namun suaminya telah meninggal.
Dirinya memiliki 2 (dua) orang anak yang perempuan tinggal di Jerman dan telah menikah, sedangkan anak laki-laki bekerja di Arab.
Rencana pernikahan kedua sejoli ini tentu saja ditentang oleh keluarga, banyak yang tidak setuju.
Bahkan untuk pengurusan surat seakan berat ditandatangani oleh Hukum Tua. Saat dihubungi lewat nomor telepon 0812******** untuk dimintai keterangan, nomor Hukum Tua tersebut tidak aktif.
“Kedua paaangan tersebut baru menikah secara Gereja dan proses surat lainnya masih tertahan di Dinas Catatan Sipil Minsel. Untuk proses pernikahan itu sendiri Nenek Martha dilakukan pembaptisan terlebih dahulu karena dari GMIM, sedangkan mereka menikah di Gereja Pantekosta,” tambah seorang tetangga yang namanya tidak ingin dipublikasikan.(TamuraWatung)
Sumber : http://beritamanado.com/minsel-heboh-nenek-82-tahun-nikahi-pemuda-28-tahun
Tuesday, February 14, 2017
BPK Mulai Audit Pegelolaan Keuangan Mitra 2016
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) memulai pemeriksaan pendahuluan terhadap pengelolaan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara tahun anggaran 2016, sejak Senin (13/2/2017).
Pertemuan awal Pemkab Mitra dengan BPK
Sekda Ir Farry Liwe dalam penyampaiannya meminta kepada seluruh OPD agar dalam pemeriksaan tersebut, untuk proaktif, khususnya dalam penyediaan data.
”Siapkan apa yang dibutuhkan BPK agar pemeriksaan bisa berjalan lancar,” ujar Liwe didampingi Kepala Badan Keuangan Daerah Mecky Tumimomor SE.
Liwe optimis bisa mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“Dokumennya harus disiapkan dengan baik, agar ketika diminta oleh pemeriksa sudah siap ” tandasnya. (ten)
Sumber: http://www.manadotoday.co.id/2017/02/33579/bpk-mulai-audit-pegelolaan-keuangan-mitra-2016/
Friday, February 10, 2017
Sumendap Terima Penghargaan Karena Berhasil Naikan PNBP
Keberhasilan merupakan awal dari kerja keras,kerja jelas dan kerja serius, sehingga penghargaan merupakan bagian dari keberhasilan “(filosofi manguni makasiouw). Dari hasil kerja keras dalam menggalakan tatanan budaya mapalus (gotong royong) dan jelas dalam keberhasilan program serta serius dalam mengolah sistem admimistrasi keuangan pemerintah kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).
Berbagai
penghargaan terus diterima “Tuama in Tousawang ” Bupati mitra James
sumendap, yang merupakan perwujudan cita -cita luhur pendiri tanah
kabupaten pasan-ponosakan Tousawang -Tou’luaan. Bertempat di gedung
Nusantara I lantai I senayan Jakarta, Rabu (8/2/2017).
Bupati
mitra james sumendap menerima cenderamata dari wakil ketua komisi XI H
Ahmat Tohir usai rapat dengar pendapat umum APKASI dengan komisi XI DPR
RI dalam pembahasan Rancangan undang -undang tentang Pendapatan Negara
Bukan Pajak (PNBP) diruang rapat komisi XI DPR RI.
Dalam
rapat ini APKASI” Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia yang
pernah bernama Badan Kerjasama Kabupaten Seluruh Indonesia (BKKSI),
nomenklatur wadah kerjasama Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia ini
diberikan kesempatan pada masing -masing kepala daerah untuk memberikan
masukan terkait RUU PNBP tersebut.
Pemerhati
ekonomi Indonesia asal Mitra berpendapat menyangkut PNBP “ada banyak
celah untuk menaikan pendapatan negara bukan pajak antara lain
sejahtrakan masyarakat terutama dibidang ekonomi kesehatan, sebab jika
pendapatan masyarakat meningkat daya beli naik dengan sendirinya
masyarakat telah memberikan peningkatan pendapatan pada Negara diluar
pajak yang merupakan kewajiban,” ujar putra Pangu Ir Wilson Wangke, Msi.
Bupati
mitra James sumendap usai acara dengan komisi XI DPR RI menyampaikan
“terima kasih atas penghargaan semua pihak, sebab keberhasilan yang
diraih adalah keberhasilan rakyat mitra,saya hanyalah “alat keberhasilan
itu” semuanya karena rakyat mitra yang terus bersama dalam merobah dan
membangun tanah minahasa Tenggara yang tercinta. (SM).
sumber: http://www.redaksimanado.com/2017/02/sumendap-terima-penghargaan-karena.html
Tuesday, February 7, 2017
Rumah Warga di Mitra Dihantam Angin Kencang
Akibat hujan yang disertai angin kencang di Kabupaten Minahasa Tenggara menyebabkan beberapa rumah rusak berat, Senin (6/02/2017).
Saat dikonfirmasi kejadian tersebut kepada kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Verry Uway, menyatakan telah mengirim tim untuk mendata kerusakan apa yang terjadi.
"Memang ada beberapa rumah warga yang menjadi korban dari angin kencang tersebut. Dua rumah warga di Ratahan dan satunya lagi di Pasan. Syukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," papar Uway.
Tak hanya rumah warga saja, dari hasil catatan yang didapat pohon
tumbang terjadi di beberapa titik. Untung tidak memakan korban. "Ada
pohon tumbang dijalan raya. Kita langsung ambil tindakan untuk
membersihkan, supaya tidak membuat macet dijalanan. Untung juga tidak
terjadi korban jiwa," ujarnya.
Lanjutnya, bagi rumah warga yang rusak berat akibat angin kencang, pihaknya akan memberikan bantuan. "Karena ini disebabkan alam tanpa kita duga, jadi sudah menjadi tugas dan bagian kita untuk memberi bantuan," tuturnya.
Akan kejadian itu, dirinya kembali menghimbau bagi masyarakat Minahasa Tenggara, untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap keadaan alam seperti ini. "Karena cuaca kadang menjadi ekstri, jadi saya imbau semua warga tetap waspada," imbaunya
sumber: http://beritakawanua.com/berita/mitra/rumah-warga-di-mitra-dihantam-angin-kencang#sthash.kD7tdnIY.haj5H2nf.dpuf
Lanjutnya, bagi rumah warga yang rusak berat akibat angin kencang, pihaknya akan memberikan bantuan. "Karena ini disebabkan alam tanpa kita duga, jadi sudah menjadi tugas dan bagian kita untuk memberi bantuan," tuturnya.
Akan kejadian itu, dirinya kembali menghimbau bagi masyarakat Minahasa Tenggara, untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap keadaan alam seperti ini. "Karena cuaca kadang menjadi ekstri, jadi saya imbau semua warga tetap waspada," imbaunya
sumber: http://beritakawanua.com/berita/mitra/rumah-warga-di-mitra-dihantam-angin-kencang#sthash.kD7tdnIY.haj5H2nf.dpuf
Thursday, October 10, 2013
Pelayanan SPBU Ratahan Disorot
“Pelayanan SPBU Ratahan sangat keterlaluan dan meresahkan pemilik kendaraan, masa petugas SPBU hanya mengutamakan gallon-gallon untuk diisi BBM daripada torang pemilik kendaraan plat kuning,” sembur Marten salah satu sopir jurusan Ratahan-Langowan.
Berdasarkan pantauan manadotoday.com, ada sekitar empat kendaraan terbuka yang dipenuhi dengan gallon antri untuk mengisi BBM jenis bensin.
“Lihat saja baru beberapa jam BBM masuk langsung habis dan permainan ini sudah lama terjadi tapi terkesan dibiarkan aparat kepolisian.Kami justru curiga oknum aparat ikut bermain di belakang,” sindir salah satu pengendara kendaraan. (don)
sumber : manadoroday.com
Sesalkan Rekomendasi Pansus, Vidy Ngantung Tegaskan Dewan Harus Berkaca
“Kami sangat menyayangkan akan pernyataan dewan dimana meminta bupati untuk mengganti empat kepala SKPD dan satu kepala unit, hanya karena masalah disclaimer. Sebenarnya, dewan juga harus berkaca, apa dewan tidak ada Tuntutan Ganti Rugi (TGR)?” Sembur Ngantung.
Lanjut dia, kalaupun dewan tidak ada TGR, baginya tentu sangat pantas sebagai lembaga terhormat mengeluarkan pernyataan atau rekomendasi semacam itu untuk jabatan kelima pejabat tersebut kepada bupati. Tapi kalau ada temuan, Ngantung menyebutkan ini ibarat maling teriak maling.
“Kalo ingin Mitra keluar dari masalah disclaimer, DPRD harus memiliki kemauan hati seperti bupati dan wakil bupati dalam upaya perubahan dan pembaharuan melalui aksi nyata bukan sekedar bereaksi dengan cara merekomendasikan pergantian beberapa posisi kepala SKPD dan Unit,” tegas dia sembari meminta pihak eksekutif dan legislatif untuk secara bersama membenahi tata kelolah keuangan yang benar. (Rulan Sandag)
sumber : beritamanado.com
Friday, October 4, 2013
Dua Hari Pansus Tindaklanjuti LHP BPK
Ratahan – Dua hari berturut-turut tepatnya Rabu dan Kamis (2-3/9) pihak DPRD Minahasa Tenggara (Mitra) melalui Panitia Khusus (Pansus) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI, menggelar pertemuan secara tertutup dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mitra.
Pertemuan ini sendiri dari pantau BeritaManado.com selama dua hari ini berlangsung alot. Meski tidak mengetahui persis pembahasan apa yang dilakukan, namun sekilas terlihat baik eksekutif dan legislatif nampaknya tidak main-main untuk menyelesaikan catatan BPK RI sebagaimana LHP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2012.
“Ini sebatas rapat dengar pendapat Pansus dengan Pemkab Mitra melalui instansi teknis terkait guna mengunpulkan data dan mencari solusi dalam rangka kita (Pansus, red) menindaklnajuti LHP BPK tahun 2012,” jelas Ketua Pansus LHP, Meldy Untu, Kamis (3/10).
Terkiat sejumlah catatan atas temuan BPK yang harus secepatnya ditindaklanjuti, Untu mengatakan dalam pertemuan yang digelar selama dua hari ini, sudah ada yang bagus. Artinya catatan demi catatan yang harus ditindaklanjuti sudah mulai menunjukan perubahan.
Pansus LHP BPK ini akan bekerja secara maraton. Dimana mereka diberikan waktu selama dua minggu untuk menuntaskan persoalan tersebut, “kita berupaya tahun depan Mitra sudah bisa meraih WDP,” kata Untu optimis.
Hadir pada rapat dengar pendapat ini, wakil ketua Pansus Tavif Watuseke, sekretaris Adri Mokad dan anggota masing-masing1 Corry Kawulusan, Ventje Ohy, Suriani Tora, Felmy Pelleng, Nofry Tangkuman, Dirk Tolu, Nolly Langingi, Lanny Punusingon dan Kisman Hala. Sedangkan dari Pemkab Sekda Ir Adrianus Tinungki, Asisten III Ir Elly Sangian, Inspektorat, Bappeda, Dinas PPKAD, Dinas PU dan SDA, ULP, Dikpora, Dinkes dan Dinas Pertanian. (Rulan Sandag)
sumber : beritamanado.com
Pertemuan ini sendiri dari pantau BeritaManado.com selama dua hari ini berlangsung alot. Meski tidak mengetahui persis pembahasan apa yang dilakukan, namun sekilas terlihat baik eksekutif dan legislatif nampaknya tidak main-main untuk menyelesaikan catatan BPK RI sebagaimana LHP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2012.
“Ini sebatas rapat dengar pendapat Pansus dengan Pemkab Mitra melalui instansi teknis terkait guna mengunpulkan data dan mencari solusi dalam rangka kita (Pansus, red) menindaklnajuti LHP BPK tahun 2012,” jelas Ketua Pansus LHP, Meldy Untu, Kamis (3/10).
Terkiat sejumlah catatan atas temuan BPK yang harus secepatnya ditindaklanjuti, Untu mengatakan dalam pertemuan yang digelar selama dua hari ini, sudah ada yang bagus. Artinya catatan demi catatan yang harus ditindaklanjuti sudah mulai menunjukan perubahan.
Pansus LHP BPK ini akan bekerja secara maraton. Dimana mereka diberikan waktu selama dua minggu untuk menuntaskan persoalan tersebut, “kita berupaya tahun depan Mitra sudah bisa meraih WDP,” kata Untu optimis.
Hadir pada rapat dengar pendapat ini, wakil ketua Pansus Tavif Watuseke, sekretaris Adri Mokad dan anggota masing-masing1 Corry Kawulusan, Ventje Ohy, Suriani Tora, Felmy Pelleng, Nofry Tangkuman, Dirk Tolu, Nolly Langingi, Lanny Punusingon dan Kisman Hala. Sedangkan dari Pemkab Sekda Ir Adrianus Tinungki, Asisten III Ir Elly Sangian, Inspektorat, Bappeda, Dinas PPKAD, Dinas PU dan SDA, ULP, Dikpora, Dinkes dan Dinas Pertanian. (Rulan Sandag)
sumber : beritamanado.com
Thursday, October 3, 2013
Togel Marak di Mitra, Aparat Hukum Terkesan Cuek
Judi Togel kian marak di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).
Berdasarkan pantauan manadotoday.com, meski dilarang keras sejumlah
warga terlibat judi togel malahan ada yang secara terang-terangan
mengaku setiap hari pasang nomor.
“Setiap hari kita pasang nomor, memang sampai sekarang belum kena
tapi kita pasang terus,” beber salah satu warga Ratahan saat
berbincang-bincang dengan wartawan.Vidy Ngantung aktivis pemuda Mitra, sangat menyesalkan sikap dari aparat hukum yang terkesan membiarkan judi togel marak di Mitra.
“Sebagai masyarakat Mitra tentunya kami sangat menyesalkan kalau judi togel marak di Mitra dan ini membuat para pemasang nomor togel menjadi malas dan hanya mencari keberuntungan saja. Saya juga sangat menyesalkan sikap dari aparat kepolisian yang terkesan membiarkan judi togel ini,”ujar Ngantung.
Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap SH, mengakui judi togel marak di Mitra dan mendorong pada aparat kepolisian untuk memberantas judi tersebut.
“Memang berdasarkan laporan dari Kapolres Minsel, khusus di Mitra judi togel lagi marak dan sudah beberapa kasus yang sementara ditangani dan saya sebagai Bupati sangat mendorong pada aparat kepolisian untuk memberantas judi togel, karena ini membuat rakyat jadi malas dan proses pemiskinan sementara berlangsung dan praktek judi ini bisa juga memicu kriminalitas,” tandas Sumendap. (don)
sumber : manadotoday.com
Implementasikan Sistem Reward dan Punishmen, Kandoli: Patuhi PP 53 Tahun 2010
Ratahan – Berkaitan dengan penerapan disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), wakil bupati Minahasa Tenggara (Mitra) Ronald Kandoli mengingatkan jajarannya untuk segera melakukan pembaharuan, pembenahan dan penyesuaian sebagaimana yang diatur dalam PP nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS.
Dikatakan Kandoli, penerapan pola dan perilaku aparatur yang disiplin, berintegritas serta menjunjung tinggi norma aturan yang beralaku akan sepenuhnya dijalankan pemerintah James Sumendap SH dan Ronald Kandoli (JS-RK) kepada seluruh PNS.
“Perlu saya tegaskan dimasa kepemimpinan JS-RK, kami akan berupaya menerapkan pola dan prilaku aparatur yang disiplin sebagaimana yang diatur pada PP nomor 53 tahun 2010. Dan untuk memberikan afek jerah bagi mereka (PNS, red) maka mulai saat ini sistem reward dan punishmen akan kita implementasikan secara tepat dan cermat,” papar Kandoli.
Disilain sendiri dirinya kembali mengingatkan para PNS yang bertugas di daerah ini untuk tinggal dan menetap di Mitra. “Tidak ada alasan, dalam rangka peningkatan kedesiplinan termasuk untuk peningkatan perekonomian di daerah ini, maka PNS harus tinggal di Mitra,” tegasnya (Rulan Sandag)
Dikatakan Kandoli, penerapan pola dan perilaku aparatur yang disiplin, berintegritas serta menjunjung tinggi norma aturan yang beralaku akan sepenuhnya dijalankan pemerintah James Sumendap SH dan Ronald Kandoli (JS-RK) kepada seluruh PNS.
“Perlu saya tegaskan dimasa kepemimpinan JS-RK, kami akan berupaya menerapkan pola dan prilaku aparatur yang disiplin sebagaimana yang diatur pada PP nomor 53 tahun 2010. Dan untuk memberikan afek jerah bagi mereka (PNS, red) maka mulai saat ini sistem reward dan punishmen akan kita implementasikan secara tepat dan cermat,” papar Kandoli.
Disilain sendiri dirinya kembali mengingatkan para PNS yang bertugas di daerah ini untuk tinggal dan menetap di Mitra. “Tidak ada alasan, dalam rangka peningkatan kedesiplinan termasuk untuk peningkatan perekonomian di daerah ini, maka PNS harus tinggal di Mitra,” tegasnya (Rulan Sandag)
sumber : beritamanado.com
Proyek Bantuan Bibit Babi untuk Koptan di Mitra Dipertanyakan
Proyek pembagian bibit babi pada setiap kelompok tani (koptan) di
Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dengan anggaran Rp. 4 Miliar pada
APBD 2013, diduga telah terjadi penyimpangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun manadotoday.com, ada beberapa
kelompok tani yang mengeluhkan kualitas bibit karena ada yang hanya
beberapa hari sudah mati, selain itu ada kelompok yang hanya mendapatkan
lima ekor bibit babi yang semestinya setiap kelompok 15 ekor.
“Pembagian bibit babi oleh Dinas Pertanian dan peternakan waktu lalu sarat masalah, karena kualitas bibit ada yang belum genap satu bulan akibatnya banyak yang mati, tapi kami hanya ditugaskan untuk menyalurkan,” beber salah satu penyalur pada setiap kelompok sambil minta identitasnya disembunyikan.
Hal senada juga diungkapkan salah satu anggota Kelompok tani yang mengaku hanya menerima 10 ekor.
“Kelompok kami hanya mendapatkan 10 ekor, padahal kelompok lain ada 15 ekor,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Dr. Zetly Tamod ketika dikonfirmasi mengaku tidak mengetaui persis proyek tersebut karena waktu itu dirinya belum menjabat sebagai Kadis.
“Saya belum tahu persis karena waktu itu saya belum kadis Pertanian tapi yang saya tahu total anggarannya 4 Miliar tapi bukan hanya Bibit babi tapi kambing dan sapi dan laporan yang saya terima semua sudah disalurkan tidak ada masalah,”tandas Tamod.
“Pembagian bibit babi oleh Dinas Pertanian dan peternakan waktu lalu sarat masalah, karena kualitas bibit ada yang belum genap satu bulan akibatnya banyak yang mati, tapi kami hanya ditugaskan untuk menyalurkan,” beber salah satu penyalur pada setiap kelompok sambil minta identitasnya disembunyikan.
Hal senada juga diungkapkan salah satu anggota Kelompok tani yang mengaku hanya menerima 10 ekor.
“Kelompok kami hanya mendapatkan 10 ekor, padahal kelompok lain ada 15 ekor,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Dr. Zetly Tamod ketika dikonfirmasi mengaku tidak mengetaui persis proyek tersebut karena waktu itu dirinya belum menjabat sebagai Kadis.
“Saya belum tahu persis karena waktu itu saya belum kadis Pertanian tapi yang saya tahu total anggarannya 4 Miliar tapi bukan hanya Bibit babi tapi kambing dan sapi dan laporan yang saya terima semua sudah disalurkan tidak ada masalah,”tandas Tamod.
sumber: manadotoday.com
Monday, September 30, 2013
Kandoli Tegaskan Segera Tindaklanjuti Catatan BPK
Ratahan – Berkiatan dengan tugas dan fungsi sebagai wakil bupati, Ronald Kandoli mengaku sudah mempersiapkan beberapa agenda yang nantinya menjadi prioritas untuk disikapi bersama dengan jajarannya.
Diantaranya terkait Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2012. Dimana sesuai LHP BPK yang telah diterima ekesekutif dan legislatif, ada begitu banyak catatan yang harus segera ditindaklanjuti sebelum pelaksanaan pemeriksaan BPK atas LKPD tahun 2013.
“Perlu saya tegaskan, berbagai catatan atas temuan BPK sebagaimana yang tertuang dalam LHP tersebut harus kita selesaikan sebelum pelaksanaan pemeriksaan BPK atas LKPD tahun 2013. Dan kedepan, kita berupayah Mitraa bisa keluar dari opini yang kurang baik dalam hal pengelolaan keuangan, administrasi dan aset,” tegas Kandoli.
Lanjut, wabup meminta kepada pimpinan SKPD terutama instansi teknis yang menangani pengelolaan aset daerah untuk segera menyampaikan sekaligus melaporkan berkaitan dengan aset daerah.
“Kedepan pengelolaan aset termasuk keuangan harus lebih baik, dilakukan dengan profesional dan tercatat secara baik. Ini penting karena pemerintah berkomitmen tahun 2014 Mitra sudah keluar dari masa sulit tersebut,” pintahnya. (Rulan Sandag)
Diantaranya terkait Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2012. Dimana sesuai LHP BPK yang telah diterima ekesekutif dan legislatif, ada begitu banyak catatan yang harus segera ditindaklanjuti sebelum pelaksanaan pemeriksaan BPK atas LKPD tahun 2013.
“Perlu saya tegaskan, berbagai catatan atas temuan BPK sebagaimana yang tertuang dalam LHP tersebut harus kita selesaikan sebelum pelaksanaan pemeriksaan BPK atas LKPD tahun 2013. Dan kedepan, kita berupayah Mitraa bisa keluar dari opini yang kurang baik dalam hal pengelolaan keuangan, administrasi dan aset,” tegas Kandoli.
Lanjut, wabup meminta kepada pimpinan SKPD terutama instansi teknis yang menangani pengelolaan aset daerah untuk segera menyampaikan sekaligus melaporkan berkaitan dengan aset daerah.
“Kedepan pengelolaan aset termasuk keuangan harus lebih baik, dilakukan dengan profesional dan tercatat secara baik. Ini penting karena pemerintah berkomitmen tahun 2014 Mitra sudah keluar dari masa sulit tersebut,” pintahnya. (Rulan Sandag)
sumber : berita manado.com
Saturday, September 28, 2013
Pasca Sumendap Pimpin Mitra, Banyak Pejabat Nonjob Rajin Ngantor
Pemandangan lain terlihat ketika James Sumendap dilantik sebagai
Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) menggantikan Bupati lama Telly
Tjanggulung (T2). Banyak pejabat yang dinonjobkan T2, terlihat mulai
rajin masuk kantor.
Berdasarkan pantauan manadotoday.com, para mantan pejabat
tersebut intens melakukan pendekatan pada orang-orang dekat Sumendap,
termasuk rajin stor muka pada Bupati dan Wakil Bupati.“Para mantan pejabat ini, ketika T2 masih sebagai Bupati Mitra jarang terlihat di kantor. Namun, sejak Pak Sumendap dilantik sebagai Bupati, mereka muncul semua dan selalu ikut dibelakang Bupati,” ujar salah satu staf PNS di Sekretariat Pemkab Mitra.
Menurut sumber tersebut lagi, para pejabat tersebut diantaranya Godlib Mamahit mantan Kadishub, Robby Ngongoloy mantan Kepala BKD, Max Tangian mantan Kadis Pasar.
Pilhut 17 Desa di Mitra Tunggu Koordinasi dengan Bupati Baru
Sekretaris Badan Sekretaris Badan pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Mitra Novry Rako mengatakan, jadwal Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) masih akan dikoordinasikan ke Bupati yang baru.
“Jadwalnya masih akan dilaporkan selanjutnya dikoordinasikan dengan bupati yang baru,”tandas Rako.
Ketika disinggung masih berapa desa yang belum melakukan Pilhut, Rako menjelaskan ada sekitar 17 desa dari 135 desa yang ada di Mitra.”Memang rata-rata sudah ada panitia pemilihan yang terbentuk dan ini bisa dipacu sampai awal tahun depan,”ujar Rako.
Ketika ditanya apakah pelaksanaan Pilhut tidak mengganggu tahapan Pilcaleg yang sementara bergulir, Rako menegaskan tidak akan mengganggu asalkan sebelum tiga bulan pelaksanaan pemilu yaitu 9 april 2014.
sumber : manado today
Friday, September 27, 2013
Turun Lapangan Awali Tugas Perdana JS-RK ,Merakyat, Bupati Mitra Naik Bentor
Ratahan – Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap dan wakil bupati Ronald Kandoli (JS-RK) langsung melakukan monitoring lapangan di hari pertama kerja. Usai apel perdana dengan jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup Pemkab Mitra, Rabu (25/9), JS-RK langsung bergegas mengunjungi sejumlah fasilitas pemerintah yang belum difungsikan.
Tepat di pos cek poit Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo) yang berlokasi di pertigaan Ratahan, Pangu dan Wioi, keduanya langsung turun ke jalan dan memerintahkan pos ritribusi tersebut untuk segera dibongkar. “Hari ini juga segera dibongkar, karena mulai sekarang tidak ada lagi pos penarikan seperti ini di Mitra,” tegas Sumendap.
Tak menunggu lama bupati dan rombongan selanjutnya menuju kantor kecamatan Ratahan. Disini bupati sempat terkejut melihat fasilitas yang berdiri megah namun tidak difungsikan. Ia pun menginstruksikan untuk secepatnya dilakukan pembenahan termasuk pelebaran akses jalan sehingga daerah sekitar kantor kecamatan itu akan berkembang menjadi wilayah pemukiman. Demikian saat mengunjungi pasar komoditi unggulan yang terletak di jalan Ratahan-Pangu yang juga belum difungsikan.
“Kalo jadi bupati harus lihat kondisi lapangan, bukan langsung duduk di kantor. Kedepan semua akan lebih kita arahkan kepada pelayanan kemasyarakatan, makanya semua fasilitas harus difungsikan,” ujar Sumendap disela-sela kunjungan lapangan.
Menarik, dalam perjalanan menunju rumah dinas bupati, DB 1 J tiba tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Disini bupati melihat ada tumpukan material batu yang sudah memakan pinggiran badan jalan. “Jangan ada lagi material di pinggiran jalan, ini sangat membahayakan pengendara,” tukasnya sembari memerintahkan lurah setempat untuk segera memindahkan material tersebut.
Sedangkan saat berada di rumah dinas, bupati memeriksa setiap ruangan sekaligus meminta Kadis PU untuk melakukan renofasi.
Tepat di pos cek poit Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo) yang berlokasi di pertigaan Ratahan, Pangu dan Wioi, keduanya langsung turun ke jalan dan memerintahkan pos ritribusi tersebut untuk segera dibongkar. “Hari ini juga segera dibongkar, karena mulai sekarang tidak ada lagi pos penarikan seperti ini di Mitra,” tegas Sumendap.
Tak menunggu lama bupati dan rombongan selanjutnya menuju kantor kecamatan Ratahan. Disini bupati sempat terkejut melihat fasilitas yang berdiri megah namun tidak difungsikan. Ia pun menginstruksikan untuk secepatnya dilakukan pembenahan termasuk pelebaran akses jalan sehingga daerah sekitar kantor kecamatan itu akan berkembang menjadi wilayah pemukiman. Demikian saat mengunjungi pasar komoditi unggulan yang terletak di jalan Ratahan-Pangu yang juga belum difungsikan.
“Kalo jadi bupati harus lihat kondisi lapangan, bukan langsung duduk di kantor. Kedepan semua akan lebih kita arahkan kepada pelayanan kemasyarakatan, makanya semua fasilitas harus difungsikan,” ujar Sumendap disela-sela kunjungan lapangan.
Menarik, dalam perjalanan menunju rumah dinas bupati, DB 1 J tiba tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Disini bupati melihat ada tumpukan material batu yang sudah memakan pinggiran badan jalan. “Jangan ada lagi material di pinggiran jalan, ini sangat membahayakan pengendara,” tukasnya sembari memerintahkan lurah setempat untuk segera memindahkan material tersebut.
Sedangkan saat berada di rumah dinas, bupati memeriksa setiap ruangan sekaligus meminta Kadis PU untuk melakukan renofasi.
Disiplin, tegas dan merakyat seperti itulah sosok bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH dalam menjalankan tugas pemerintahan di daerah yang dipimpinnya ini.
Lihat saja, Jumat (27/9) saat mengunjungi SD Negeri 1 Ratahan yang
berlokasi di Kelurahan Wawali, JS sapaan akrab bupati Mitra ini dengan
santainya menumpangi kendaraan bentor.
Di sini bupati menyempatkan waktu berinteraksi dengan para siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Bupati juga memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa kemudian memberikan buku tulis untuk kebutuhan seluruh murid di sekolah tersebut.
“Ini adalah bentuk komitmen saya untuk pendidikan di daerah ini,” kata bupati. (Rulan Sandag)
Di sini bupati menyempatkan waktu berinteraksi dengan para siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Bupati juga memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa kemudian memberikan buku tulis untuk kebutuhan seluruh murid di sekolah tersebut.
“Ini adalah bentuk komitmen saya untuk pendidikan di daerah ini,” kata bupati. (Rulan Sandag)
sumber : berita manado.com
Wednesday, September 25, 2013
SHS Ingatkan Jaga Keharmonisan
Seusai mengikuti seluruh prosesi pelantikan yang dipimpin Gubernur
Sulawesi Utara DR Sinyo Harry Sarundajang, Bupati dan Wakil Bupati
Minahasa Tenggara (Mitra) yang baru, James Sumendap (JS) dan Ronald
Kandoli (RK) diarak ribuan warga hingga ke rumah JS di Desa Tombatu.
Ribuan warga dari berbagai penjuru Mitra dengan latarbelakang profesi
dan pekerjaan yang menyemut di halaman kantor Bupati Mitra, terlihat
antusias memberi ucapan selamat kepada pemimpin baru mereka. Tak mau
ketinggalan, ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintah
Kabupaten Mitra ikut menyalami JS-RK.Selesai bersalaman dengan warga, JS-RK naik ke atas mobil bak terbuka yang telah disiapkan. Keduanya pun diarak menuju Tombatu dengan pengawalan kendaraan patwal serta iring-iringan ratusan kendaraan roda empat. Sambil melambaikan tangan, duet pemimpin baru Mitra menyapa setiap warga yang berdiri di pinggir jalan. Warga pun spontan memberikan ucapan selamat kepada JS-RK. "Hidup JS-RK, Ini dia pemimpin perubahan." Demikian sapaan yang terdengar.
Wujud ungkapan syukur atas pelantikan, JS-RK menggelar acara Pesta Rakyat di kediaman pribadi Bupati James Sumendap di Tombatu. Warga Mitra antusias mengikuti acara syukuran dan pesta rakyat itu, apalagi setelah mendapat informasi bahwa acara itu dimeriahkan Sean Idol.
Beberapa warga yang diwawancarai Tribun Manado mengharapkan James Sumendap dan Ronald Kandoli dapat mewujudkan janji kampanye mereka. "Sebagai rakyat kecil, tentu kami sandarkan kepercayaan kepada pemerintah agar dapat memperhatikan nasib kami." ujar Nico, warga Ratahan.
Senada diungkapkan Roger, warga Tombau. Menurut dia, harapan besar dari masyarakat kini ditujukan pada pasangan JS-RK yang memimpin Mitra untuk lima tahun ke depan. "Harapan yang tertuang dalam visi dan misi JS-RK, kiranya dapat direalisasikan dan kami yakni JS-RK bisa mewujudkan," tegasnya.
Sebelum menuju ke tempat acara pelantikan kemarin Ronald Kandoli bersama istri yang tinggal di Kelurahan Lowu, Ratahan, terlebih dahulu menuju kediaman JS di Tombatu. Di kediaman JS mereka doa bersama lalu bergerak ke kantor KPU Mitra. Di tempat ini lagi-lagi pasangan JS-RK didoakan pemimpin lintas agama.
Jaga Keharmonisan
Gubernur Sulawesi Utara, Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dalam sambutannya saat melantik James Sumendap dan Ronald Kandoli menegaskan bahwa semenjak dilantik, Bupati dan Wakil Bupati sudah menjadi milik seluruh rakyat Mitra.
"Perlu dicamkan, bahwa setelah resmi dilantik pada hari ini, kalian berdua bukan lagi milik sekelompok orang saja," tegas gubernur.
Sarundajang mengingatkan hal itu terkait besarnya potensi sumber daya alam di daerah tersebut. "Saya tekankan ini agar tidak terjadi semacam diskriminasi dari kelompok tertentu terhadap kelompok lain. Demikian pula sumber daya alam harus dikelola secara baik agar dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Mitra," tandasnya.
Gubernur SHS juga mengingatkan JS-RK untuk menjaga keharmonisan hingga akhir masa jabatan. "Kebersamaan dan kerukunan antara bupati dan wakil bupati harus terus terbina hingga berakhirnya masa jabatan. Konflik antara kepala daerah dan wakil kepala daerah disadari ikut mengganggu proses pembangunan," katanya.
Menurut Sarundajang, kunci keharmonisan itu terletak pada konsistensi melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagaimana telah diatur dalam undang-undang. "Saling pengeritan itu penting, terutama terkait tupoksi masing-masing agar tidak terjadi konflik," demikian Sarundajang. (tos)
Sumber : tribunnews.com
Tuesday, September 24, 2013
Sound System Ngadat, Pelantikan JS-RK Sempat Terganggu
Untuk beberapa saat, rapat paripurna pelantikan James Sumendap-Ronald Kandoli (JS-RK) sebagai bupati dan wakil bupati Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Selasa (24/9) pagi ini, terhenti sejenak.
Penyebabnya sound system di ruangan rapat DPRD Mitra ngadat. Hal itu terjadi usai doa buka. Mikrofon milik Ketua DPRD Tony Lasut
mendadak mati, kontan yang bersangkutan tak melanjutkan jalannya
sidang. Kendati sudah diperbaiki, namun gangguan pada mikrofon terus
terjadi menyebabkan jalannya paripurna tersendat.
Wakil Sekretaris DPC PDIP Mitra Semuel Montolalu, yang hadir dalam paripuna tersebut mengeluh. “Wah kelihatannya panitia tidak siap,” tandasnya.
Persiapan yang dilakukan untuk melakukan penataan ruangan paripurna memang kasip. Panitia baru melakukan persiapan tersebut Senin (23/9) atau H-1 pelantikan. (Ruland Sandag)
Wakil Sekretaris DPC PDIP Mitra Semuel Montolalu, yang hadir dalam paripuna tersebut mengeluh. “Wah kelihatannya panitia tidak siap,” tandasnya.
Persiapan yang dilakukan untuk melakukan penataan ruangan paripurna memang kasip. Panitia baru melakukan persiapan tersebut Senin (23/9) atau H-1 pelantikan. (Ruland Sandag)
sumber: beritamanado.com















