Ratahan – Lembaga terhormat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) berencana untuk merekomendasikan pergantian Kepala Dinas PU dan PKK kepada bupati Telly Tjanggulung. Hal ini diungkapkan ketua DPRD Tonny Lasut AmTm dan Ventje Ohy selaku ketua komisi B, Selasa (2/9) kepada BeritaManado.com
“Saat ini rekomendasi sementara kita (komisi B, red) persiapkan,
setelah itu diserahkan kepada bupati untuk kemudian diproses. Diganti
atau tidak itu memang menjadi hak bupati, pastinya kita merekomendasikan
pergantian untuk posisi kepala dinas dan PPK yang menangani proyek IKK,” ungkap Tonny dibenarkan Ventje.
Lantas apa alasan pihak DPRD melalui Komisi B merekomendasikan
dilakukanya rolling ini? Dikatakan Lasut, hal ini dilakukan lantaran
baik kadis PU dan PKK proyek IKK sebesar 12 miliar ini telah melakukan
pembohongan besar kepada pihak DPRD.
“Saat hearing yang dilakukan baru-baru ini, mereka (PU, red)
mengatakan proyek IKK untuk 12 kecamatan ini sudah mulai dikerjakan.
Dimana pekerjaannya dimulai di kecamatan Ratatotok, namun setelah dicek
ternyata belum ada pekerjaan. Inikan sama halnya Dinas PU mempermainkan
pihak DPRD,” tegas Lasut.
Tambahnya lagi, usulan rolling untuk Kadis PU dan PPK, tak hanya akan
dilakukan kepada bupati Telly Tjanggulung tetapi juga kepada bupati
terpilih yang baru James Sumendap
SH. “Bupati sekarang atau baru kita tetap rekomendasikan adanya
pemberian sanksi atau rolling terhadap kedua pejabat itu,” tukasnya.
sumber : beritamanado.com
Wednesday, September 4, 2013
Lupakan Perbedaan, Sumendap Ajak Masyarakat Membangun Bersama
Ratahan – Peran aktif warga masyarakat untuk kemajuan dan
keberhasilan daerah termasuk didalamnya pengentasan masalah sosial
kemasyarakatan, tentu sangat dibutuhkan pihak pemerintah.
Untuk itu, dikatakan bupati terpilih Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH (JS), seluruh komponen mulai dari tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM dan Ormas diharapkan akan turut ambil bagian membangun Minahasa Tenggara menjadi lebih baik demi kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
“Salah satunya dengan cara memberikan masukan, usulan dan saran kepada pemerintah. Sehingga yang kurang ditambah, yang rusak dibenahi dan yang belum ada kita siapkan. Nah, ini semua akan dapat dilakukan pemerintah tentu bedasarkan peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi,” kata Sumendap.
Disisi lain sendiri lanjut JS begitu biasa dia disapa, terkait dengan persoalan Pilkada 13 Juni lalu dirinya meminta masyarakat untuk melepas segala perbedaan, “mulai tangal 24 September semua statusnya sama tidak ada lagi perbedaan. Karena saat itu tiba, maka semua kita akan membangun Mitra secara bersama,” tukasnya.
Untuk itu, dikatakan bupati terpilih Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH (JS), seluruh komponen mulai dari tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM dan Ormas diharapkan akan turut ambil bagian membangun Minahasa Tenggara menjadi lebih baik demi kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
“Salah satunya dengan cara memberikan masukan, usulan dan saran kepada pemerintah. Sehingga yang kurang ditambah, yang rusak dibenahi dan yang belum ada kita siapkan. Nah, ini semua akan dapat dilakukan pemerintah tentu bedasarkan peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi,” kata Sumendap.
Disisi lain sendiri lanjut JS begitu biasa dia disapa, terkait dengan persoalan Pilkada 13 Juni lalu dirinya meminta masyarakat untuk melepas segala perbedaan, “mulai tangal 24 September semua statusnya sama tidak ada lagi perbedaan. Karena saat itu tiba, maka semua kita akan membangun Mitra secara bersama,” tukasnya.
sumber : beritamanado.com
Tuesday, September 3, 2013
BKDD Mitra Akan Tempel Formasi CPNS
Setelah menerima data formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
(Kemenpan dan RB) RI pekan lalu, Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah
(BKDD) Mitra, Selasa (3/9) besok akan menempel formasi CPNS untuk Mitra.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Mutasi dan Kepangkatan BKDD
Mitra, Arther Sumual, ketika diwawancarai Tribun Manado, Senin (2/9).
Bahwa data formasi CPNS untuk Mitra telah mereka terima dan akan
ditempel. "Formasi sesuai jadwal, rencana akan ditempel besok sore di
kantor BKDD Mitra," ujar Sumual. Formasi yang disetujui waktu lalu menurut Sumual mengalami perubahan, karena usul penambahan 42 formasi yang diajukan ke Kemenpan dan RB tak disetujui. "Sebetulnya kami masih kekurangan pegawai, makanya kami mengusulkan penambahan 42 formasi. Namun tak disejui dan formasinya berubah," katanya.
sumber ; tribunmanado.com
Sunday, September 1, 2013
Disebut Ustad, JS Bak Artis di Belang
Belang – Bupati terpilih Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap
SH kini menjadi sosok fenomenal di daerah ini. Lihat saja sambutan yang
dipersiapkan saat beliau datang untuk menghadiri acara halal bi halal
pimpinan daerah Muhammadiyah Kabupaten Mitra di Kecamatan Belang, Sabtu (31/8).
Datang menggunakan celana jeas, kemeja putih lengan pendek dengan topi kopia dikepalanya, JS sapaan akrabnya disambut dan diantar ke lokasi kegiatan dengan iringan irama musik dram band. Saat memasuki bangsal, aplous yang meriah disertai ucapan selamat ditujukan kepada Sumendap.
Menariknya, salah seorang ustad yang didaulat membawakan ceramah menilai gaya dan penampilan Sumendap bak seorang ustad. Beberapa kali dia pun menyebut dan memanggil ustad James Sumendap. “Kalo kemudian saya terus menyebut ustad James Sumendap, bukan berarti beliau harus masuk islam. Tetapi positifnya, seperti inilah gaya seorang pemimpin nasionalis. Dimana memandang sama masyarakat tanpa membeda-bedakan status dan golongan agamanya,” kata sang ustad.
Lebih menghebohkan lagi, usai acara dari dalam bangsal hingga keluar menuju kendaraan yang ditumpangi, JS terus dikerumuni warga mulai dari orang dewasa, pemuda, remaja hingga anak-anak. Mereka secara bergantian meminta waktu untuk mengabadikan moment tersebut lewat foto bersama dengan sang idola, yaitu bupati terpilih Mitra James Sumendap. Kebahagian, haru dan rasa bangga kian terpancar manakala JS melambaikan tangannya untuk kembali menlanjutkan perjalan bersama rombongan.
sumber : beritamanado.com
Datang menggunakan celana jeas, kemeja putih lengan pendek dengan topi kopia dikepalanya, JS sapaan akrabnya disambut dan diantar ke lokasi kegiatan dengan iringan irama musik dram band. Saat memasuki bangsal, aplous yang meriah disertai ucapan selamat ditujukan kepada Sumendap.
Menariknya, salah seorang ustad yang didaulat membawakan ceramah menilai gaya dan penampilan Sumendap bak seorang ustad. Beberapa kali dia pun menyebut dan memanggil ustad James Sumendap. “Kalo kemudian saya terus menyebut ustad James Sumendap, bukan berarti beliau harus masuk islam. Tetapi positifnya, seperti inilah gaya seorang pemimpin nasionalis. Dimana memandang sama masyarakat tanpa membeda-bedakan status dan golongan agamanya,” kata sang ustad.
Lebih menghebohkan lagi, usai acara dari dalam bangsal hingga keluar menuju kendaraan yang ditumpangi, JS terus dikerumuni warga mulai dari orang dewasa, pemuda, remaja hingga anak-anak. Mereka secara bergantian meminta waktu untuk mengabadikan moment tersebut lewat foto bersama dengan sang idola, yaitu bupati terpilih Mitra James Sumendap. Kebahagian, haru dan rasa bangga kian terpancar manakala JS melambaikan tangannya untuk kembali menlanjutkan perjalan bersama rombongan.
sumber : beritamanado.com
Saturday, August 31, 2013
Harus Ada Rekam Jejak Bagi PNS
Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) melalui pihak Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) diminta untuk melakukan rekam jejak bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah tersebut.
Hal ini penting dilakukan guna memudahkan Badan Pertimbangan Jabatan
dan Kepangkatan (Baperjakat) dalam melakukan kajian dan evaluasi
terhadap kinerja PNS termasuk untuk penempatan jabatan ketika
dilaksanakan rolling. “Kalo itu dilakukan, tentu akan memudahkan dalam melakukan penempatan jabatan. Selain ada kajian dan evaluasi, kan tinggal dilihat bagaiman rekam jejak yang bersangkutan. Dengan demikian tentunya akan menghasilkan pegawai yang berkualitas dan memegang jabatan sesuai dengan kepangkatan juga latar belakang ilmu,” ujar pengamat pemerintah, Vidy Ngantung.
Lanjut Ngantung, hal ini sendiri tentunya akan memberikan dampak positif bagi aparatur pemerintahan. Dimana jika rekam jejak dilakukan pastinya akan memberikan kemudahan bagi bupati untuk melihat trak rekor jajarannya, termasuk di dalamnya soal layak tidaknya yang bersangkutan diangkat memegang sebuah jabatan.
Senada dengan Ngantung, pelaksana tugas (plt) Kepala Bappeda Mitra Ir Moody Rondonuwu MT juga memiliki pandangan yang sama. Menurutnya selain penting untuk pertimbangan jabatan, lewat rekam jejak akan dapat dilihat mereka-mereka (pejabat, red) yang belum pernah ikut bimbingan teknis (Bimtek), tentu perlu diiukutkan oleh pihak pemerintah.
“Rekam jejak memang sangat penting untuk dilakukan, apalagi perbaikan sistem birokrasi aparatur pemerintahan menjadi prioritas sebagaiman visi dan misi bupati dan wakil bupati terpilih Mitra,” kata Moody.
sumber : beritamanado.com
