PANTAI LAKBAN











Pantai Lakban-Manado Potensi wisata pantai di Sulawesi Utara memang menggiurkan, salah satunya di Pantai Lakban yang letaknya di Ratatotok, Minahasa Tenggara. Untuk mengunjungi pantai ini para wisatawan harus menempuh 3 jam perjalanan darat dari ibukota Sulawesi Utara yaitu Manado. Dari Manado para wisatawan berjalan kearah Selatan sekitar 105 kilometer.
Pantai indah di Sulawesi Utara memang tidak ada habisnya. Seperti Pantai Lakban yang mulai tenar saat ini, meskipun cukup jauh dari Manado namun tak sedikit masyarakat Manado dan sekitarnya ataupun yang jaraknya lebih jauh lagi dari Pantai Lakban. Mereka rela datang jauh-jauh untuk menikmati keindahan pasir putih kecoklatan di pantai ini.
Keindahan pantai ditambah dengan pagar pohon kelapa yang memanjang mengikuti garis pantai ini. Pemandangan indah juga terpajang dihadapan pantai, deretan pulau di semenanjung Ratatotok berjajar indah dihadapan pantai. Para wisatawan juga dapat mengunjungi semenanjung Ratatotok dangan menyewa perahu motor, deretan pulau yang indah yang masih belum berpenghuni.
Pantai Lakban memiliki daratan pantai yang cukup landai dan cukup bisa disebut datar jika dibandingkan dengan pantai pada umumnya, daerah landainya lebar sehingga memungkinkan wisatawan yang datang untuk melakukan beberapa permainan olahraga disini, sepak bola atau voli.
Misalnya, sayangnya untuk voli belum disediakan persewaan atau warung yang menjual bola voli disekitar pantai mungkin bagi para pengunjung yang beruntung melihat ada yang bermain bola voli bisa mencoba untuk bergabung sedangkan untuk sepakbola kadang penjual disekitar pantai menyediakan bola plastik karena harganya cukup terjangkau dan relatif bisa digunakan sekali pakai.
Fasilitas di pantai ini juga sudah cukup terjamah terbukti dengan adanya lokasi parkir, kamar mandi serta WC dan juga sudah dilengkapi beberapa pondok untuk duduk-duduk santai. Yang unik di belakang pantai ini ada bukit kasih yang memiliki 2 tempat beribadah yang berbeda agama namun bersebelahan, ada masjid bersebelahan dengan gereja, ini mensiratkan bahwa masyarakat sekitar sangat menghormati perbedaan agama yang ada mereka pun hidup rukun tanpa mempermasalahkan perbedaan yang mereka miliki.
Dari pantai hanya terlihat ujung kubah masjid dan salib karena sebagian besar keduanya tertutup oleh pepohonan tinggi yang rindang di sekitar pantai. Bukit kasih tersebut oleh masyarakat sekitar sebenarnya dinamai Bukit Harapan, disebut begitu karena pendirinya juga memiliki nama Harapan.
Namun namanya memang cukup cocok yah karena mungkin lokasi tersebut menggambarkan bahwa pendiri dan masyarakat sekitar berharap untuk seluruh umat beragama saling menghormati dan dapat hidup rukun. Memasuki perairan pantai, para pengunjung juga bisa menikmati pantai dengan sightseeing, snorkeling, dan juga diving.
Namun peralatan yang dapat disewa untuk snorkeling disini tidak terlalu banyak sedangkan untuk menyelam peralatan yang dapat disewa malah tidak ada, jadi sebaiknya bagi yang ingin menikmati kedua olah raga tersebut membawa alat sendiri.
Tidak harus berbasah-basahan air pantai, menikmati pantai juga bisa dilakukan dengan duduk santai di pondok-pondok yang telah disediakan, duduk sambil menggelar tikar juga tidak kalah asyik apalagi ditemani dengan memesan sebuah es kelapa muda yang dapat kita minum langsung dengan gelas batok kelapanya.
Sungguh nikmat rasanya. Keramaian Pantai Lakban seringnya saat liburan, liburan sekolah, sekedar weekend atau bahkan yang lebih ramai saat libur hari raya, lokasi wisata alam ini bisa sangat ramai. Tidak ada hari-hari tertentu yang harus di hindari, asal tidak sedang hujan badai saja.

No comments: